MENGUNGSI : Ratusan warga Kampung Negeri Antara yang mengungsi memadati halaman Kantor Camat Pintu Rime Gayo Senin (12/10).MASHURI | RAKYAT ACEH

Tgk H Sarkawi Sesalkan Sikap BKSDA

REDELONG (RA) – Kawanan gajah liar memasuki Kampung Negeri Antara akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke Kantor Camat Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah Senin (9/12) sore.

Camat Pintu Rime Gayo Eddy Iwansyah kepada Rakyat Aceh Selasa (10/12) menyampaikan, ratusan warga Negeri Antara yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing setelah dibekali mercun pada dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Menurutnya, gajah saat ini masih berada di Kampung Negeri Antra dan untuk penanganannya pihaknya akan segera menerjunkan tim 8 untuk melakukan penggiringan.

Ia menambahkan, Kampung Negeri Antara merupakan kampung terluas di Pintu Rime Gayo dengan jumlah penduduk diperkirakan sekitar 2.000 jiwa, sehingga pihaknya memperkirakan membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkan gajah dari pemukiman warga.

Sementara itu Kapolsek Pintu Rime Gayo Ipda Abusajarah memperkirakan warga yang mengungsi ke kantor camat berjumlah sekirat 150 orag dipimpin langsung oleh Reje Kampung Negeri Antara, Riskanadi.

Menurutnya, masyarakat kecewa akibat gajah di desa mereka tidak ada dilakukan penggiringan, sementara untuk desa yang lain di Kecamatan Pintu Rime Gayo sudah dilakukan penggiringan.

“Masyarakat mengaku merasa kecewa dikarenakan adanya pilih kasih pemerintah, sehingga masyarakat menuntut segera dilakukan penggiringan dan segera membuat bariel agar gajah liar tidak lagi masuk kepemukiman,” kata Abusajarah meniru perkataan warga.

Ia menambahkan warga tersebut sempat mengacam akan mendatangi Kantor Bupati Bener Meriah apabila perminitaan mereka tidak ditangapi. “Masyarakat Negeri Antara mengungsi akibat takut karena gajah liar untuk saat ini masih berkeliaran di pemukiman” katanya.

Selain itu Reje Kampung Negeri Antara Riskanadi mengaku kecewa sikap pemerintah yang tidak melakukan pengiringan gajah di daerah mereka sehingga masyarakat Negeri Antara mendatangi Kantor Camat untuk meminta agar segera dilakukan pengiringan dan segera membuat bareil Isolasi (parit Isolasi ).

Untuk keselamatan dan keamanan masyarakat kampung Negeri Antara katanya warga melakukan pengungsian di kantor camat Pintu Rime Gayo sebab, gajah liar saat ini sedang berkeliaran di kampung mereka.

Tgk H Sarkawi Sesalkan Sikap BKSDA
Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi mengaku menyesalkan sikap BKSDA Aceh dalam menangani konflik gajah di Bener Meriah. Hal tersebut disampaikanya langsung ketika di konfirmasi Rakyat Aceh Selasa (12/10).

“Kemarin Tim BKSDA Aceh sudah hadir kemari, tapi baru dua hari disini mereka sudah pulang lagi dan beralasan sakit, padahal tangung jawab fungsionalnya ada di BKSDA Aceh bukan di Kabupaten kok mereka lari begitu saja, “ ungkapnya.

Dia menuding, BKSDA lepas tanggung Jawab. “Hanya gara-gara satu orang sakit katanya, kok Tim BKSDA langsung pulang semua sehingga kami dari kabupaten sangat menyesalakan sikap dari BKSDA untuk menangi Konflik Gajah Ini” tegas Sarkawi.

Menurutnya, pemerintah daerah akan menangani pembangunan bariel untuk menghalau gajah. Dia juga telah mengsulkan penanganan permanen ke beberapa sumber, baik pemerintah provinsi maupun pusat, untuk membuat bariel alami dengan cara menanami tanaman-tanaman yang tidak disukai gajah.

Disamping itu ia menyebutkan, sudah menurunkan alat berat untuk melakukan pengalian bariel di beberapa titik yang dinilai membahayakan serta membebani masyarakt dengan mercun untuk antisifasi sewaktu-waktu gajah datang kepemukiman.

Ia juga mengaku, telah memberikan pemahaman kepada warga yang mengungsi untuk tidak panik dan khawatir yang berlebihan serta tetap tenang. “ Allhamddulilah mereka telah kembali kerumah masing-masing,” ujarnya.

Sementara Kepala BKDSA Agus Arianto menyebutkan, pihaknya siap melakukan pengiringan gajah liar di Bener Meriah. “Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Bener Meriah terkait untuk melakukan pengiringan lagi, ” sebutnya.

Ia mengakui, selama ini BKSDA dan Pemda Bener Meriah sedikit miskomunikasi namun demikian, tim yang ditempatkan dilapangan sering berkoordinasi dengan Camat stempat. (uri/min)