Jual Miras Pemilik Café Ditahan

Tersangka pemilik cafe asal Tapanuli Utara saat konferensi pers di Mapolres Aceh Tengah, Selasa (10/12), buka cafe semi diskotik dan jual miras mendekam di sel Polres. (jurnalisa/rakyat aceh)

TAKENGON (RA) – Warga Dusun Lintang Kampung Nunang Antara, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, menggerebek café semi diskotik karena diduga menjual minuman keras (miras).

Pemerintah setampat dan warga sebelumnya telah berulangkali mengingatkan AP (33) warga Tapanuli Utara, Sumut, pemilik Café Rose, untuk tidak menjual miras tapi tetap membandel hingga akhirnya warga bergerak.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, SH melalui Kasatreskrim Agus Riwayantodi Putra, S.Ik.MH Selasa (10/12) mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari penggerebekan dilakukan masyarakat Kampung Nunang Antara dan pihak Satpol PP pada 30 November 2019 yang lalu.

Penggerebekan itu dilakukan, atas keresahan masyarakat setempat terhadap dugaan adanya ‘Hiburan Malam’ di Caffe Rose.

Saat dilakukan penggerebekan, di dalam caffe Rose dan konter tidak ditemukan pengunjung, petugas hanya menemukan barang bukti di dalam gudang dan di dalam kulkas minuman mengandung alkohol.

“Barang bukti berupa minuman mengandung alkohol tersebut dibawa Satpol PP dan selanjutnya diserahkan ke Sat Reskrim Polres Aceh Tengah guna pengusutan lebih lanjut,” kata Kasatreskrim saat menggelar Konfrensi Pers, didampingi Kasatpol PP Aceh Tengah Syahrial Afri, Kabag Ops Polres Aceh Tengah Kompol John Damanik, Selasa (10/12) di Mapolres setempat.

Lanjutnya lagi, Caffe Rose dinilai meresahkan masyarakat Nunang Antara itu telah beroperasi selama 3 tahun. Sedangkan pengunjung hanya datang pada malam hari.

“Menurut keterangan AP, minuman tersebut dibeli atau dipesan dari Sumatera Utara dengan harga kurang Lebih Rp. 8.000.000, dan menurut keterangan AP minuman ber-Alkohol itu hanya dikonsumsi sendiri,” terang Agus.

Tambahnya lagi, pada saat dilakukan penggerebekan, juga ditemukan senjata api jenis Softgun.

“Perkara ini saat sedang ditangani oleh pihak Intel Polres, apakah ini sesuai ketentuan, saat ditemukan, Senjata Api ini tidak dipergunakan dengan kata lain tidak berada ditubuhnya,” jelas Kasat.

AP dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Aceh Tengah untuk proses lebih lanjut. “Jika masalah hukuman, ini tergantung Majelis Hakim, apakah dicambuk atau AP ingin menjalani kurungan,” tutup Agus Riwayantodi Putra. (jur/min)