Puluhan Pelaku Usaha Kuliner di Pidie Jaya Dilatih

Wakil Ketua Dekranas Pidie Jaya, Hj.Syarifah Hasnah Said Mulyadi, SE, MM, (dua dari kanan) memberikan materi tentang usaha ekonomi kreatif kepada puluhan wanita pelaku usaha wisata kuliner di Pidie Jaya digelar Disporapar setempat selama 3 hari, Kamis, (12/12), Rakyat Aceh/Amrizal Arnida.

MEUREUDU (RA) – Puluhan wanita pelaku usaha kuliner di Kabupaten Pidie Jaya dilatih pengelolaan dan pengembangan usaha digelar Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, dipusatkan di Kana Wisma selama 3 hari, Rabu-Jumat (11-13/12).

Kepala Disporapar Pidie Jaya, Agus Salim, M.Ed, melalui kabid Pariwisata Muhammad Iqbal, disela-sela kegiatan pelatihan kepada Rakyat Aeh mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan pelatihan dimaksud digelar yaitu, untuk mengidentifikasi dan upaya pengembangan kedepan terhadap pelaku usaha kuliner dalam wilayah kabupaten Pidie Jaya, serta untuk meningkatkan kuantutitas dan kwalitas terhadap pengembangan usaha kuliner dari berbagai jenis kuliner yang merupakan warisan budaya khas Pidie Jaya.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan, setiap produk usaha memiliki label guna memudahkan dalam promosi dari hasil usaha kuliner, serta memiliki izin dari pemerintah setempat.

“Pemasaran nya juga diharapkan bisa memiliki nilai jual yang tinggi baik untuk di kabupaten, dan propinsi. Dalam upaya menggerakkan usaha kuliner ini tdiak lepas dengan dukungan dari berbagai pihak, meliputi, Dekranas Pidie Jaya, UMKM, Disperidagkop, dan Dinas perizanan, dan Disdikbud(Budaya),” ungkap Muhammad Iqbal sembari mengatakan agar setiap peserta benar-benar serius dan memahami/menguasai  materi serta bisa mengaplikasikan dalam usaha kuliner nya nanti.

Selain itu, tampak sejumah peserta pelatihan juga sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, tidak terkecuali, tanpa diperintahkan pihak panitia acara, sejumlah peserta ikut membawa beragam hasil produk kuliner nya guna dicicipi di acara pelatihan serta bagian dari promosi dari pelaku usaha kuliner itu sendiri.

Sementara pelatihan tersebut diisi oleh sejumlah narasumber, meliputi Kabid Pariwisata, Muhammad Iqbal tentang aspek-aspek higienis sanitasi makanan dan minuman kuliner. Hj.Syarifah Hasnah, SE, MM, tentang potensi ekonomi kreatif terhadap usaha kuliner. Ir. Cur Rita Marlina, tentang pemberdayaan ekonomi wisata kuliner.

Marzuwan, tentang budaya kuliner. Azhariyadi, SPi, tentang regulasi dan informasi pelayanan izin produk kuliner. Adami, SE, tentang manajemen pemandu wisata kuliner dan strategi pengembangan usaha wisata kuliner. (amz)