12,2 Ton Beras Disalurkan untuk Korban Banjir

Bantuan : Petugas BPBD Aceh Timur saat menyalurkan bantuan logistic ke kecamatan pada Sabtu Malam, (15/12). Maulana/ Rakyat Aceh

IDI (RA) – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyalurkan beras sebanyak 12.200 kg atau 12,2 ton pasca banjir melanda di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Aceh Timur, sejak sepekan terakhir. Tidak hanya beras, bantuan logistik lainnya juga dikirim ke kecamatan sejak Rabu (12 /12) hingga Jum’at (14/12).

“Bantuan masa panik ini terus kita kerahkan dalam upaya membantu masyarakat yang berdampak banjir di dalam wilayah Aceh Timur. Bantuan ini merupakan kerjasama kita dengan pihak Bulog dan Dinas Sosial kabupaten Aceh Timur, “ ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi , SE. MM.

Ashadi menambahkan saat ini pihaknya telah menyalurkan logistik bantuan banjir ke sembilan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur. Masing – masing kecamatan diantaranya, Kecamatan Sungai Raya, Peureulak Timur, Peureulak, Ranto Peureulak, Peureulak Barat, Banda Alam, Idi Tunong, Indra Makmur, dan Kecamatan Pante Bidari.

Sementara bantuan beras dalam setiap kecamatan, Ashadi merincikan, Sungai Raya menerima 500 Kg, Peureulak Timur 500 Kg, Peureulak 1500 Kg, Ranto Peureulak 3.000 Kg, Peureulak Barat 500 Kg, Banda Alam 1.000 Kg, Idi Tunong 1.200 Kg, Indra Makmur, 1.000 Kg, dan Pante Bidari sebanyak 3.000 Kg.

“Kita juga mengirim dukungan logistik lain berupa minyak goreng, mie Instan, sarden, roti unibis, kecap , saus dan air mineral. Sedangkan mekanisme penyaluran dilaksanakan oleh kecamatan dan akan dibagi langsung kepada masyarakat yang berdampak banjir,” kata Ashadi.

Sementara terkait kondisi banjir, Ashadi menyebut berdasarkan data yang dikumpulkannya kondisi air sejumlah wilayah yang terdampak banjir sudah berangsur surut. Pun demikian pihaknya mengaku siaga dalam menerima laporan banjir.

“Walaupun air sudah surut kita berharap pihak kecamatan segera menginformasikan kepada petugas di posko bencana yang terletak di komplek perkantoran Pemkab Aceh Timur. Tidak tertutup kemungkinan jika sewaktu- waktu banjir datang karena faktor cuaca yang tidak menentu,” harap Ashadi. (Mol/msi)