Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan Sempat Berencana Pensiun Bareng

Pesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (keempat kiri) berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri), CEO Persija Jakarta Ferry Paulus (kedua kiri) dan tokoh nasional Dahlan Iskan (kedua kanan) usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/1). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

”Terima kasih, Bambang Pamungkas! Terima kasih, Bambang Pamungkas!” teriak seluruh suporter Persija Jakarta seusai pertandingan melawan Persebaya Surabaya kemarin malam.

Teriakan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap Bepe –sapaan Bambang Pamungkas. Pemain dengan nomor punggung 20 itu resmi gantung sepatu pada akhir musim. Dan, laga tadi malam merupakan panggung terakhirnya di kandang Persija Jakarta.

Apresiasi juga diperlihatkan oleh pemain serta ofisial Persija. Mereka kompak mengenakan jersey dengan nomor punggung 20. Setelah memeluk Bepe, mereka berfoto bersama.

Sayang, ending laga kandang terakhir Bepe bersama Persija tak manis. Macan Kemayoran –julukan Persija– dipaksa menyerah 1-2 oleh Persebaya. Bepe yang masuk pada menit ke-75 untuk menggantikan Sandi Sute praktis tak memiliki banyak meluang.

”Saya tidak merasa ini perpisahan untuk saya. Karena saya merasa ini adalah rumah saya, jadi apa pun kondisinya, saya akan menerima dengan hati gembira,” kata Bepe. ”Pada akhirnya, saya bisa mengakhiri karir saya, meski hasilnya mungkin tidak baik,” ucap dia.

Soal keputusannya untuk pensiun, mantan pemain Selangor FA itu menilai memang sudah waktunya. Memang sempat ada rencana untuk pensiun bareng Ismed Sofyan. ”Tapi, harus diakui bahwa badan saya tidak merespons lagi. Kalau dibandingkan, cedera saya tahun ini lebih banyak dari sepuluh tahun terakhir,” terang mantan bomber timnas tersebut.

Adanya sosok Marko Simic di lini depan Persija adalah alasan lainnya. Menurut Bepe, Simic adalah striker terbaik di Indonesia. Itu membuat dia tidak khawatir dengan lini depan Persija setelah dirinya pensiun.

Lalu, apa rencana Bepe setelah pensiun? Dia menegaskan belum tertarik untuk menjadi pelatih. ”Karena setelah 20 tahun menikmati diri di sepak bola, saya mungkin ingin bangun lebih siang dan menikmati teh hangat tanpa gula saya,” tuturnya.

Kapten Persija, Andritany Ardhiyasa mengaku akan kehilangan sosok Bepe dalam tim. Bepe, lanjut dia, merupakan sosok pemimpin yang mengayomi pemain junior.

“Kalau melepas Bepe untuk pensiun, kami cukup kehilangan. Karena saya dekat dengan dia. Di mes, saya satu kamar dengannya. Saya banyak berbagi dengan dia,” ujar Andritany.

“Bepe itu pemimpin tim. Mengayomi pemain muda. Kalau kita mau melihat pemain profesional sejati, contohnya ada di Bepe. Karena Bepe itu paket lengkap,” tutur kiper yang bergabung dengan Persija Jakarta sejak 2010 ini.

Lebih lanjut ia juga tidak bisa melupakan begitu saja sosok Bepe. Andri mengaku jadi salah satu sosok yang sangat beruntung bisa dimentori oleh Bepe. Ia bahkan sempat menjadi anak gawang ketika Bepe masih muda.

“Bepe adalah idola saya. Saya pernah jadi anak gawang Bepe, kemudian saya jadi kipernya sekarang saya jadi kapten Bepe. Ia yang memotivasi saya untuk menjadi pemain timnas dan pemain penting di negara ini,” tambahnya. (JPG/rif)