Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Selama dua tahun, sejak 2018 hingga 2019 penggunaan dana desa di Gampong Keude Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, hanya terpakai untuk operasional saja.

Karena gampong tersebut tidak ada pembangunan infrastuktur dan pembangunan lainnya.
Akibatnya, selama dua tahun, Gampong Keude Ulee Glee hanya menggunakan dana desa untuk operasional pemerintah gampong yang disebabkam gampong tersebut luasnya sangat kecil dan terdiri dari pasar dan pertokoan, untuk tahun 2020, Keude Ulee Gle tak diperbolehkan lagi menggunakan dana desa.

“Selama dua tahun, 2018-2019 tidak ada pembangunan apapun di Gampong Keude Ulee Gle yang dikarenakan gampongnya kecil terdiri dari pasar, maka pada tahun 2020 tak dibenarkan lagi penggunaan dana desa untuk gampong itu,” kata Kabag Pemerintahan, Sekdakab Pidie Jaya, Muslem Khadri, Selasa (17/12).

Agar dana desa dapat kembali digunakan dan luas wilayah gampong tersebut juga besar serta ada proyeksi perencanaan pembangunan, maka Pemkab berinisiatif untuk menyatukan dua dusun di Gampong Ulee Gle ke Gampong Keude Ulee Glee.

Dusun yang akan disatukan dari Gampong Ulee Gle ke wilayah Gampong Keude Ulee Gle tersebut adalah Dusun Lueng Geukuh dan Dusun Teungoh. ” Tokoh dan perangkat gampong Ulee Gle juga sudah sepakat menggabungkan dua dusunnya ke gampong Keude Ulee Glee,” terang Muslim.

Penggabungan dua dusun itu dan batas baru antar gampong Keude Ulee Glee dengan gampong Ulee Gle yang finalisasinya ditetapkan berdasarkan surat Bupati Pidie Jaya Nomor 140/4412/2019 tahun 2018 tentang perubahan status gampong.

Untuk itu lanjut Muslem, pihaknya pernah melakukan kroscek di Gampong Keude Ulee Gle, terungkap bahwa warga yang menetap hanya 12 KK. Oleh sebab itu terangnya, dana desa yang mencapai Rp800 juta hanya untuk 12 KK yang menetap.

“Maka untuk dapat menggunakan dana desa tahun 2020, dua dusun dari Gampong Ulee Gle akan bergabung dengan Gampong Keude Ulee Gle.” Demikian jelasnya. (san/slm)