Marzuki L, (48) warga Desa Pasi Janeng, Kecamatan Woyla Timur, usai menerima bantuan kendaraan disabilitas dari tangan Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, di Meulaboh. Rakyat Aceh/Denny.

MEULABOH (RA) – Senang bercampur haru, kaum disabilitas ketika menerima bantuan sepeda motor tiga roda dari Dinas Sosial Aceh Barat. Ada harapan kehidupan baru dari perputaran roda kendaraan itu. Mata pencarian baru untuk menafkahi keluarga mereka.

“Alhamdulillah, bantuan sepeda motor ini sangat bermanfaat. Saya terima saran dari bupati meminta agar kendaraan ini dapat dimanfaatkan mengangkut berbagai komoditi hasil panen di kampung untuk dijualkan ke Meulaboh,” respon Marzuki L. (48) warga Desa Pasi Janeng, Kecamatan Woyla Timur, usai menerima bantuan dari tangan Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, Jum’at (20/12), di Meulaboh.

Marzuki, anak perkampungan pelosok Aceh Barat yang masa pertumbuhannya tidak stabil, seperti anak pada umumnya. Kisahnya, saat ia berusia dua tahun, dirinya terserang panas tinggi hingga bagian tubuh muncul cacar di sana-sini.

Salah satu benjolan cacar paling besar tumbuh pada paha bagian kirinya, hingga saat pecah menyebabkan kakinya tak bisa lurus, melainkan melengkung layu, sampai kini.

Kondisi kaki tak normal demikian, tak membikin Marzuki prustrasi dan pasrah. Ia terus berusaha untuk hidup normal seperti orang pada umumnya, agar keberadaannya tidak menyusahkan orang lain.

Ketika menikah dengan Masyitah dan memperoleh tiga orang anak, ia terus berusaha keras menjadi seorang Ayah yang penuh tanggung jawab.

“Saya memang enggak mampu kerja yang berat-berat, tapi saya akan terus bekerja keras agar dapat menafkahi keluarga saya,” optimisnya.

Solusinya, ia mengelola lahan tidur menjadi sawah dan kebun. Selanjutnya menawarkan jasa merawat ternak sapi/kerbau milik orang.

“Saya ada cukup uang untuk membiayai pendidikan tiga orang anak, dari hasil menawarkan jasa menggembala kerbau itu,” ucapnya.

Namun kini, usai menerima bantuan sepeda motor tiga roga dari Bupati Aceh Barat, Marzuki berencana ingin memulai usaha baru yang lebih santai dan ringan, di penghujung usianya. “Rencananya mau ambil berbagi komoditi di kampung untuk dijual ke Meulaboh.

Bantuan kereta ini, harapan saya mewujudkannya,” sebut pria lanjut usia ini.
Usaha serupa, ternyata juga diminati Almadi (36) warga Desa Paya Peunaga Baro, Kecamatan Meureubo, usai menerima bantuan.

“Kalau sekarang saya penjaga WC umum di Tempat Penjualan Ikan (TPI) Meulaboh. Saya tertarik juga dengan saran Bupati yang meminta sepeda motor bantuan ini harus dapat dimanfaatkan menjadi kendaraan mengangkut berbagai komoditi,” jawabnya.

Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, usai menyalurkan bantuan, mengharapkan agar para penerima bantuan tahun ini, tidak lagi menerima bantuan di tahun berikutnya.

“Begitu mulia program pemerintah itu. Namun, jika sudah terima bantuan tahun ini, penerima bantuan tahun depan harus orang lain. Makanya manfaatkan sebaik mungkin bantuan yang diberikan agar dapat memupuk ekonomi mandiri,” pintanya. (den/adi).