Mulyana Terbitkan Novel Si Pria Koleris

Mulyana

SUKA MAKMUE (RA) – Mulyana atau biasa dipanggil Muly oleh orang-orang di sekitarnya. Muly memiliki hobi menulis cerita.

Ia lahir di kabupaten Nagan Raya pada tanggal 05 Mei 1996 dari pasangan Mustar dan Salmiah. Muly adalah anak bungsu dari empat bersaudara, memiliki satu orang abang dan dua orang kakak, mereka sudah berkeluarga dan kini tinggal di kota Batam.

Sebelum tinggal di Aceh, ia menghabiskan masa kecilnya di kota Batam. Sampai Ia lulus Sekolah Dasar di kota tersebut. Pertama kali Ia masuk sekolah pada tahun 2002-2008 di SDN 002 Batam Kota. Setelah lulus melanjutkan ke SMPN 1 Darul Makmur, Nagan Raya. Kemudian melanjutkan sekolah lagi di SMA Bunga Bangsa, Nagan Raya. Semasa sekolah Ia aktif dalam bidang kesenian.

Di tahun 2014 Ia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di salah satu Universitas Negeri Banda Aceh mengambil jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Di bulan Februari tahun 2019 Ia menyelesaikan pendidikan S-1.

Sejak kecil Ia sudah gemar menulis dan mengarang cerita. Ia selalu berimajinasi dengan cerita-cerita yang ia gambar dalam sebuah buku. Tidak hanya itu, kebiasaannya setelah memasuki sekolah pun terus terjadi hingga usia remaja.

“Dulu, saya paling suka menulis di sebuah buku yang sebutannya diary. Saya selalu menuangkan keluh kesah dan apapun yang terjadi dengan hari saya dalam diary itu. Sempat saya rahasiakan dan saya sembunyikan. Saya merasa bahwa cerita tentang diri kita adalah sebuah rahasia yang tidak perlu orang tau,” ujarnya.

Namun, lama kelamaan dirinya tertarik di dunia penulisan, berawal dari Quotes di instagram mulai menulis kata demi kata hingga menjadi cerita. Lalu, memberanikan diri menulis di wattpad dan storial.co. Dan yang lebih berani lagi ia mencoba ikut kompetisi menulis online dan lomba menulis puisi.

Dari keberanian itu juga, ia bergabung dalam Kelas Menulis Cerpen Online yang akhirnya membuat dirinya semakin semangat menulis.

“Saya semakin bebas mengekspresikan tulisan saya dan berharap suatu saat nanti memiliki buku sendiri. Kebiasaan saya dari kecil membuat saya berfikir sekali lagi, tulisan yang saya buat pasti sangat keren kalau tidak di rahasiakan.

Cerita saya pasti bisa menghibur mereka dan pasti akan sangat membanggakan. Saya ingin membuktikan menulis itu bukan sesuatu yang membosankan dan sekedar tulisan. Dia akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika penulisnya lebih berani berekspresi,” bebernya.

Dari sanalah dirinya mulai mengikuti kompetisi menulis dan mencari penerbit buku yang sesuai dengan naskah. Sembari menulis mencari info tentang penerbit dan Alhamdulillah, ada penerbit yang memberikan promo terbit gratis. “Saya melewati proses seleksi naskah dan akhirnya terbitlah novel perdana saya yang berjudul “Si Pria Koleris”. “Ide itu muncul dari pengalaman saya sendiri,” jelasnya.

“Terimakasih untuk support orangtua, sahabat, dosen dan teman-teman. Tanpa kalian tidak akan menjadi seperti sekarang, meskipun masih banyak kekurangan dan masih ada ketakutan saat novel itu sampai ke pembaca. Saya tetap harus yakin setiap pembaca memiliki pemahamannya sendiri,” ungkapnya. (ika/adi)