Tangkal Radikalisme Terhadap Generasi Muda, Fisip Unsyiah Adakan Seminar Publik

BANDA ACEH (RA) – Merebaknya paham radikalisme dipandang sebagai salah satu ancaman di dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Serangkaian kasus pernah terjadi dan diberitakan di berbagai media massa. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Prodi Ilmu Politik yang juga kerap meneliti tentang isu radikalisme, akan mengadakan seminar publik di Aula kampus setempat, Senin (23/12).

Seminar deradikalisasi kali ini mengusung tema “Memperkokoh Peran Mahasiswa dan Generasi Muda dalam Menangkal Paham Radikalisme”. Empat narasumber yang dihadirkan seperti Kabid Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Dr. Mukhlisuddin Ilyas M.Pd, Peneliti Isu Radikalisme, Dr. Zahratul Idami M.Hum.

Turut hadir pula Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dan Dekan Fisip Unsyiah, Dr. Effendi Hasan MA. Seminar publik ini akan dipandu oleh moderator, Ichsan Maulana. Secara umum, panitia pelaksana menyamakan bahwa kegiatan tersebut berupaya memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk dapat mengantisipasi dan menolak paham radikal.

“Seyogyanya juga dapat menjadi upaya mencari solusi yang tepat dalam menanggulangi atau mencegah paham radikalisme agar tidak terus merebak di Indonesia,” ungkap Ketua Panitia, Afrijal, Minggu (22/12).

Seminar deradikalisasi ini terbuka untuk umum dan gratis. Bagi siapa saja yang berminat bisa langsung datang ke Aula Fisip Unsyiah dengan melakukan registrasi di tempat. Para peserta selain akan mendapatkan ilmu, panitia juga menyediakan snack serta sertifikat.

Ketua Prodi Ilmu Politik, Unsyiah, Ubaidillah turut mencontohkan beberapa kasus radikalisme dalam term politik di Aceh seperti, Din Minimi, Gambit, dan pembunuhan jelang Pilkada. Ia juga menyampaikan bahwa generasi muda pada dasarnya rentan terkena paham radikal.

“Psikologi generasi muda yang menggebu-gebu dengan semangat idealisme untuk
perubahan menjadikan mereka sebagai segmen sosial yang sangat rentan terkena paham radikal,” terangnya.

Baca Juga...  Penyalahgunaan Aset Desa Tiga Aparat Desa Pendere Saril Gol di Kejaksaan