Kawasan Guci : Keindahan kawasan Guci di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah, dengan air jernih yang mengalir menjadi objek tujuan wisata liburan tahun baru 2020, sembari nikmati alam pengunungan lintasan KKA- Bener Meriah. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Liburan tahun baru 2020 sejumlah wisatawan Kota Lhokseumawe, menikmati keindahan pegunungan dengan air sejuk yang mengalir dikawasan Guci, Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/1). Seusai hirup udara segar tak lupa membeli buah markisa buat olèh-oleh yang dijual Rp 25 ribu seikat. Harga naik dari sebelumnya Rp 15 ribu seikat.

Kenaikan harga buah markisa hampir mendekati 40 persen ini tidak terlepas dari langkanya buah.

“Sekarang lagi mahal buah markisa. Ya, dua puluh lima ribu seikat yang kita gantung itu. Ini karena buah markisa tak masuk masa panen.

Susah carinya sekarang. Harga kalau musim kita jual Rp 10 sampai Rp 15 ribu seikat,” kata Ansari yang menjual buah markisa menjawab Rakyat Aceh, Rabu petang.

Lebih lanjut dikatakan harga markisa kalau dijual sekilo mencapai Rp 50 ribu rupiah. Sedangkan disaat musim buah itu hanya Rp 25 ribuan saja.

Sementara itu, Agustia warga Lhokseumawe, melakukan kunjungan liburan tahun baru memilih lintasan Jalan KKA- Bener Meriah mengakui senang dengan udara sejuknya serta panorama alam yang indah.

“Ini janji sama keluarga untuk nikmati liburan tahun baru ke Gunung Salak dan Guci yang airnya jernih serta sejuk,” ungkap bapak dua putra ini kepada Rakyat Aceh secara terpisah disela-sela menikmati mie goreng Aceh di Guci.

Ibu Irma asal Banda Aceh lebih memilih liburan juga di kawasan pengunungan beserta keluarganya.

“Iya saya suka lewat jalan KKA- Bener Meriah. Keindahan pegunungannya juga udara sejuk. Hanya saja, jalan banyak yang sudah berlubang dan longsor. Semoga pemerintah tanggap untuk cepat memperbaiki jalan yang berlubang karena sangat membahayakan pengguna jalan,” ujarnya .(ung)