Rudal Iran/Net

Harianrakyataceh.com – Menarik untuk menyimak serangan militer perdana dari Iran sebagai balas dendam mereka atas terbunuhnya Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Ada 22 rudal Iran menghajar dua pangkalan AS di Irak pada Rabu dinihari, 8 Januari 2020.

Ke-22 rudal itu rinciannya adalah 17 rudal mendarat di pangkalan Ain al-Assad dan 5 rudal lainnya mendarat di Erbil.

“Kemudian ada dua rudal tidak meledak” kata tentara Irak dalam keterangannya.

Serangan perdana ini dilakukan hanya hitungan jam seusai pemakaman Jenderal Soleimani.

Kemudian, serangan ini dipimpin langsung Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bukan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani atau pejabat lain di Pemerintahan Iran.

Perlu diketahui bahwa seluruh Pasukan Amerika telah dipindahkan dari pangkalan-pangkalan militer mereka di Irak.

Pemindahan dan pergeseran seluruh Pasukan Amerika dari Irak ke Kuwait dilaksanakan serentak hari Selasa (7/1) kemarin. Sehingga, H minus 1 sebelum Iran menyerang, di Irak sudah tidak ada pasukan Amerika.

Dalam hal ini, ada kemungkinan Pemerintah Irak memainkan peranan yang cukup strategis. Mereka paham bahwa situasi kebatinan semua pimpinan dan rakyat Iran sedang dalam keadaan berduka.

Jika Iran ingin balas dendam, Irak tampaknya bisa memahami itu. Sebab, kedatangan Soleimani ke Irak adalah atas undangan Pemerintah Irak sendiri untuk datang ke Baghdad pada hari naas itu.

Terlepas dari pemahaman yang cukup dalam dari Pemerintak Irak kepada Pemerintah Iran, Irak tampaknya tetap membantu Amerika Serikat.

Sehingga sepertinya sudah ada “bocoran” yang sampai ke telinga Amerika tentang rencana serangan militer Iran ke Irak pada hari ini.

Maka, jangan heran kalau pangkalan-pangkalan militer AS di Irak, sudah dalam keadaan kosong saat 22 rudal Iran menghajar dengan sangat keras dinihari tadi.

Yang dirasa perlu untuk disampaikan di sini adalah pesan perdamaian untuk Khamenei.

Jangan ada lagi rudal yang ditembakkan, apalagi ke pangkalan militer yang didalamnya ada pasukan koalisi yang berasal dari negara-negara sahabat yang lain.

Jangan korbankan negara lain, terutama pasukan militer mereka yang sedang bertugas di Timur Tengah, termasuk di Irak.

Negara-negara lain tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pembunuhan Soleimani.

Dan dalam perjalanan kariernya sebagai tentara yang luar biasa hebat, Soleimani tak pernah mau barbar menghabisi nyawa tentara tentara yang ditugaskan negaranya untuk ikut menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Soleimani, garang memerangi ISIS. Jadi, untuk Pemerintah Iran, padamkanlah api kemarahan, sekiranya api itu memang masih sangat besar sekali nyalanya.

Tak baik membuat warga dunia cemas. Tak baik juga jika mengorbankan tentara-tentara dari pasukan koalisi yang saat ini bertugas atas perintah negaranya demi menjaga perdamaian dan keamanan dunia. 

EDITOR: WIDIAN VEBRIYANTO