Bupati Sidak Irigasi Bermasalah

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, memberi arahan kepada instansi terkait perihal pembagian jatah air di irigasi Bendungan Krueng Jreu, Indrapuri, Selasa (07/1). TARMIDI YUSUF/RAKYAT ACEH

ACEH BESAR (RA) – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, bersama dengan tim mengunjungi beberapa irigasi yang berada di Kecamatan Indrapuri dan Seulimum, Selasa (07/1).

Roadshow ke titik irigasi Bendungan Krueng Jreu dan Bendungan Krueng Aceh ini menyusul macetnya aliran air dari kedua irigasi itu. Akibatnya, sejumlah lahan pertanian warga di beberapa kecamatan di Aceh Besar mulai mengering.

Bekal laporan warga tentang kondisi lahan padi yang mengering, bupati mengajak instansi terkait untuk melihat irigasi Bendungan Krueng Jreu (BKJ) di Gampong Krueng Lamkareung, Kecamatan Indrapuri. Irigasi ini merupakan pemasok hampir 50 persen air untuk lahan pertanian di Aceh Besar.

Turut hadir dalam rombongan Kepala Dinas Pangan Fuadi Ahmad, Kepala Dinas PUPR Yusmadi, Kasatker Pemeliharaan Operasi Irigasi Balai WS I Sumatera-Aceh Supriatno, Kepala Ranting Pengatur Air Anwar, Muspika Kecamatan Indrapuri dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sidak bupati dan rombongan ke Bendungan Krueng Jreu, ditemukan adanya sistem pembagian air untuk beberapa kawasan pertanian yang kurang bagus. Seperti diakui oleh bupati, akibat sistem pembagian air di bendungan itu kurang bagus, mengakibatkan lahan pertanian di beberapa kecamatan mengalami kekeringan.

Namun, kata Mawardi, hal tersebut sudah bisa diatasi, sehingga dalam hitungan jam, kawasan yang sebelumnya kering sudah dialiri air.

“Hari ini mengunjungi beberapa irigasi, karena ada sebagian sawah di Aceh Besar sudah mengalami kekeringan.

Pertama kita mengunjungi bendungan Krueng Jreu dan Waduk Keliling, kita mendapati disana ada pengaturan air yang kurang bagus dan sudah diperbaiki sehingga air sudah mengalir dengan bagus dan daerah-daerah yang butuh air sudah mengalir, seperti Lambaro, Ingin Jaya sudah masuk air.

Dan nanti akan ada koneksi dengan Waduk Keliling, In Sya Allah masalah air di irigasi Bendungan Krueng Jreu bisa tertangani,” ujarnya.

Mawardi mengakui debit air di aliran irigasi Krueng Jreu mengecil akibat penambangan hutan dan banyaknya galian C di sepanjang aliran sungai.

Namun bila sistem pembagian air ditata dengan bagus, maka masalah kekeringan yang dihadapi petani bisa diatasi.

“Penambangan hutan dan galian C yang membuat debit air di tempat irigasi itu mengecil, itu persoalan pertama.

Persoalan ini bisa diatasi dengan adanya sistem pembagian air yang bagus. Nanti kita akan libatkan Camat, Polsek-polsek dan Koramil untuk menjaga pintu air dan membagi jatah air dengan merata. Karena disitu sering terjadi perebutan air,” tambah Mawardi.

Usai memberi arahan kepada penjaga pintu air serta Muspika setempat, bupati dan rombongan melanjutkan roadshow-nya ke irigasi Bendungan Krueng Aceh yang terletak di Gampong Seuneubok, Kecamatan Seulimum.

Irigasi yang dibangun tahun 1995 ini bermanfaat untuk lahan pertanian seluas 12 ribu hektar. Tanggul sepanjang kurang lebih 10 meter dari irigasi ini jebol sejak tanggal 24 Desember 2019 lalu di kawasan Gampong Lamkhuk Tanoh Abee, Seulimum.

Sehingga lahan pertanian di sepanjang aliran irigasi yang meliputi Kecamatan Seulimum, Kuta Cot Gle, Indrapuri, Montasik, Blang Bintang, Darussalam dan Baitusalam tidak mendapat suplai air.

Kedatangan Mawardi untuk memastikan perbaikan tanggul yang rusak dapat dipacu kerjanya. “Tanggul yang jebol sedang diperbaiki sudah beberapa hari dan kunjungan ini untuk memastikan kerjanya harus cepat.

Kita minta dalam 5 hari ini sudah selesai dan sudah fungsional, sehingga kekurangan air di wilayah yang sangat luas ini bisa teratasi,” pintanya.

Mawardi juga menambahkan akibat dari jebolnya tangul irigasi Krueng Aceh ini berimbas kepada 12 ribu hektar areal persawahan tidak bisa dialiri air. “Tanggul irigasinya jebol, sehingga ada 12 ribu hektar persawahan tidak bisa dialiri air dan ini sangat berpengaruh terhadap petani yang ada di wilayah Seulimuem sampai ke Baitussalam.

Mudah-mudahan dengan siap perbaikan tanggul irigasi ini dan sitem pembagian air yang bagus, In Sya Allah di tanam rendengan ini semua petani kita di Aceh Besar berhasil,” harapnya. (mag-83/bai)