Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danylov, mengatakan para penyelidik Ukraina di Iran ingin mencari puing-puing rudal Rusia (112.international)

Harianrakyataceh.com – Kanada seperti halnya Amerika Serikat menduga pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina yang jatuh karena tertembak rudal Iran. Kanada bahkan mengatakan cukup detail bahwa rudal darat ke udara milik Iran yang telah membuat pesawat Ukraina tersebut jatuh dan menewaskan semua penumpang termasuk kru. Kanada juga menyebut rudal yang mengenai pesawat tersebut adalah Tor-M1 buatan Rusia.

Terkait hal itu, pemerintah Ukraina bakal melakukan penyelidikan secara mendalam. Mereka akan mencari keberadaan puing-puing dari rudal Tor tersebut.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danylov, mengatakan para penyelidik Ukraina di Iran ingin mencari puing-puing rudal Rusia yang mungkin mengenai pesawat Boeing 737-800 setelah melihat laporan tentang keberadaannya di media sosial. Dia merujuk pada gambar yang tidak diverifikasi yang diedarkan di media sosial Iran. Itu disebut puing-puing rudal Tor yang digunakan militer Iran.

“Komisi (investigasi) kami sedang berbicara dengan pihak berwenang Iran tentang mengunjungi lokasi kecelakaan dan bertekad untuk mencari potongan-potongan rudal Tor terkait informasi di medsos,” beber Danylov seperti dilansir Censor.net.

Danylov menambahkan bahwa Ukraina akan memanfaatkan keahlian yang dipelajari dari penyelidikan penembakan pada 2014 yakni penerbangan Malaysia Airlines MH-17 di Ukraina timur. Insiden itu menewaskan 298 penumpang pesawat tersebut.

Rudal Tor disebut SA-15 Gauntlet oleh NATO, adalah rudal anti-pesawat jarak pendek. Tor dirancang terhadap target di ketinggian hingga 6.000 meter (20.000 kaki) dan pada jarak 12 kilometer (7,5 mil).

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara