Sumur Bor Pengairan Sawah Dari 11 Unit Cuma 2 Berfungsi

Keuchik Paya Bujok Beramoe, Zuhaili sedang menunjukan sumur bor dangkal di areal sawah gampongnya yang tidak berfungsi, Selasa (14/1). Rakyat Aceh/Ray Iskandar

Habiskan Anggaran Rp135 Juta

LANGSA (RA) – Sembilan unit sumur bor yang baru saja rampung dikerjakan secara swakelola di persawahan Gampong Paya Bujok Beramoe, Kecamatan Langsa Barat malah tidak berfung, karena tidak ada air.

Keuchik Gampong Payah Bujok Beuramoe, Zuhaili, kepada Rakyat Aceh, Selasa, (14/01) menyampaikan, ada 11 unit sumur bor yang dibangun untuk mengairi sawah warga Gampong Paya Bujok Beramoe, namun hanya dua unit saja yang berfungsi secara baik, sementara sembilan unit lagi malah tidak berfungsi sama sekali.

“Kita sudah melapor kepada dinas untuk dicari solusi,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, kalau tidak salah angggaran untuk membangun 11 unit sumur tersebut sebesar Rp 135.000.000. Dilakukan secara swakelola kepada kelompok tani.

Kurang lebih ada 17 hektar sawah di Gampong Paya Bujok Beuramoe yang digarap oleh lebih kurang 50 petani. “Kami berharap dinas segera menindak lajuti keluhan kami ini,” ujar Zuhaili.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Pertanian Kota Langsa, Rudi Selamat,SP, saat dimintai keterangannya menyebutkan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi terkait sembilan sumur bor dangkal di Gampong Paya Bujok Beramoe yang tidak berfungsi. “Secepatnya saya perintahkan petugas untuk cek lapangan” ujar Rudi Selamat.

Diakuinya bahwa program sumur dangkal itu menghabiskan anggaran sebesar 1,2 miliar untuk 90 titik lokasi di tiga kecamatan, Langsa Barat, Langsa Kota dan Langsa Timur.

Sementara teknis pelaksanaan program sumur bor dangkal ini dengan cara swakelola oleh kelompok tani di gampong masing-masing. Sumber dananya dari anggaran DAK yang dikerjakan secara bertahap. Imbuhnya.(ris/slm)