Taiwan Bersikap Keras ke Tiongkok, Minta Kedaulatan Mereka Dihargai

UNJUK KEKUATAN: Jet tempur F-16V dan amunisinya dipamerkan dalam latihan militer di Chiayi, Taiwan, Rabu (15/1). ((Sam Yeh / AFP))

Harianrakyataceh.com – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen kembali menunjukkan sikap keras terhadap Tiongkok. Tsai menuturkan bahwa Presiden Xi Jinping dan sekutunya mesti sadar tidak akan bisa mengakuisisi pulau tersebut. Tsai meminta Partai Komunis segera membuka jalan damai dan menghargai kedaulatan pemerintah Taiwan.

Dalam wawancara dengan BBC, Tsai menegaskan bahwa Tiongkok daratan seharusnya menunjukkan hormat kepada Taiwan. Sebab, Taiwan sudah berkali-kali menegaskan penolakan terhadap proposal untuk kembali menjadi bagian Republik Rakyat Tiongkok.

”Kami tak perlu deklarasi sebagai negara independen. Sebab, kenyataannya begitu selama 70 tahun terakhir,” tegas politikus 63 tahun tersebut.

Sejarah demokrasi Taiwan dimulai saat Partai Kuomintang kalah dalam perang sipil dan terpaksa melarikan diri. Partai nasionalis itu pun menduduki Pulau Taiwan dan menjadi penguasa secara diktator. Namun, kekuasaan Kuomintang hilang pada 1980 dan Taiwan berubah menjadi salah satu negara demokrasi termaju di Asia. ”Kami punya identitas dan bangsa sendiri. Kami layak mendapatkan respek dari Tiongkok,” tutur Tsai.

Tentara Taiwan berpose dengan tank CM-11 dalam latihan di markas militer Kaohsiung, Taiwan, Rabu (15/1) (Sam Yeh / AFP)

Beberapa tahun terakhir, proposal One China dari Xi Jinping sebenarnya mulai menuai dukungan masyarakat Taiwan. Han Kuo-yu, kandidat presiden dari Kuomintang, menggunakan sentimen tersebut untuk menumbangkan Tsai dan partai. Namun, pada akhirnya, Han kalah dalam pemilu awal tahun ini.

Tsai menyatakan, intimidasi Tiongkok dan krisis Hongkong-lah yang menjadi faktor penentu. Dua hal itu mengingatkan masyarakat bahwa mengikatkan diri dengan daratan utama adalah berbahaya.

”Meski menghadapi tekanan (untuk melakukan deklarasi kemerdekaan, Red), saya masih mempertahankan status quo. Itu adalah kebijakan kami untuk sahabat kami di Tiongkok,” ujarnya.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa Taiwan siap menghadapi semua skenario. Jika suatu saat Tiongkok memutuskan melakukan agresi, dia menambahkan bahwa Taiwan tidak akan pasrah. ”Menginvasi Taiwan bakal membuat Tiongkok rugi banyak,” tandasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c14/sof)