Bener Kelipah Gencar Perangi Sampah

Rakyat Aceh

REDELONG (RA) – Kecamatan Bener Kelipah, bersama Puskesmas dan mahasiswa KKN dari Unsyiah serta masyarakat setempat semakin gencar untuk memerangi sampah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Bener Kelipah, Safriadi SPd kepada Rakyat Aceh, Jumat (17/1).

Sebutnya, pihaknya juga melaksanakan pemasangan spanduk larangan membuang sampah sembarangan dengan bahasa yang lebih tegas di bebarapa titik wilayah Kecamatan Bener Kelipah.

Menurutnya, problem sampah ini sudah masuk kategori extraordinary problem yang sudah menjadi masalah yang komplit dan seakan sulit diselesaikan.

Untuk itu, katanya, penangananya juga tidak boleh biasa-biasa lagi dan harus adanya larangan keras agar semua pihak sadar akan masalah sampah yanh harus dituntaskan bersama-sama di seluruh lini.

Ia juga menguvapkan, terimakasih kepada Bupati Bener Meriah dan Rektor Unsyiah yang telah menempatkan mahasiswa KKN Tematik di Kecamatan Bener Kelipah.

“Semoga kehadiran calon fresh graduate ini bisa memberi strategi baru dalam penanganan sampah di Bener Kelipah dan saya ingatkan untuk siapapun, jangan coba-coba lagi buang sampah sembarangan di Bener Kelipah, karena resikonya sangat besar,” tegas Camat.

Jupri Suhardi, koordinator mahasiswa KKN Tematik angkatan-18 di Kecamatan Bener Kelipah menyampaikan, sesuai time schedule pada minggu pertama ini pihaknya akan fokus pada pembersihan sampah bersama-sama terutama sampah plastik.

Selanjutnya katanya, pihaknya juga akan mengkaji langkah-langkah yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi masalah sampai tersebut didesa-desa. “Kami juga akan melakukan penghijauan di desa berupa penanaman pohon dan bunga sebagai taman bunga di desa-desa sesuai dengan program yang di prioritaskan pemerintah daerah,” tutur Jupri.

Kepala Puskesmas Bener Kelipah, Umi Salmah SKM MKes menyampaikan, pemasangan spanduk berbentuk doa itu bertujuan untuk mengetuk hati masyarakat yang membuang sampah agar sadar bahwa apa yang di lakukannya adalah langkah yang buruk dan berdampak sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. (uri/bai)