Abdya Dapat Tambahan Pupuk Subsidi

Bupati Abdya Akmal Ibrahim saat meninjau lokasi rekayasa dan pembibitan sigupai, di BBU Tangan-tangan, Abdya. Rakyat Aceh/rahmat.

BLANGPIDIE (RA) – Bupati Abdya Akmal Ibrahim mengaku gembira atas dukungan Mentri Pertanian, Gubernur Aceh dan Kadis Pertanian Propinsi Aceh.

Pasalnya, jatah pupuk subsidi untuk petani Abdya tahun ini naik drastis jumlahnya dari tahun lalu.

“Alhamdulillah, atas dukungan Menteri Pertanian, Gubernur Aceh, Direktur pupuk Deptan, dan Kadis Pertanian Propinsi Aceh, jatah pupuk subsidi untuk Abdya naik drastis.

Ada jenis-jenis pupuk yang naik hingga 2 kali lipat, bahkan ada lebih,”katanya saat bercangkrama di Mes Abdya, Lamprit, Banda Aceh, Minggu (19/1).

Kabar gembira kata pemimpin wilayah Breuh Sigupai ini sangat membuat dirinya tenang, di mana saat ini hampir seluruh Indonesia terkena pemotongan pupuk subsidi. Namun Abdya malah naik drastis. “Alhamdulillah,” sambungnya.

Dirincikan jenis pupuk, antaranya pupuk urea, jatah tahun 2019 sebanyak 1500 ton, tahun 2020 naik jadi 3200 ton. SP 36, dari 450 turun jadi 400 ton. ZA dari 700 ton naik jadi 1400 ton.

“Yang paling tinggi kenaikan adalah NPK dan organik. NPK dari 1950 ton naik jadi 4700 ton, dan organik dari 500 ton naik jadi 2500 ton,” terangnya.

Kendatipun demikina, orang nomor satu di Abdya ini berharap tim pengawas pupuk Abdya, utamanya Dinas Pertanian dan Polres Abdya, dapat bekerja maksimum, dan menjamin amanah pupuk subsidi pemerintah ini sampai ke petani yang berhak.

“Petani yang teraniaya karena tak dapat jatah pupuk, dapat melaporkan penyimpangan penyaluran pupuk pada Dinas Pertanian dan Polres Abdya,” tegasnya.

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, nasib petani Abdya beberapa pekan lalu selalu tidak menentu. Selain dengan harga jual padi naik turun, petani juga dihadapkan pada masalah kelangkaan pupuk dan harga mahal.

Hal ini terjadi hampir di seluruh indonesia terkena pemotongan pupuk subsidi. Dalam rincian APBN 2020, subsidi pupuk sudah dipangkas hampir 35 persen. Dari sekitar Rp 37 trilyun, tinggal cuma sekitar Rp 26 trilyun. Artinya, mulai tahun ini, pupuk subsidi pasti akan lebih langka dan mahal. Namun Negeri Breuh Sigupai mendapat tambahan dari jumlah sebelumnya.

Sebelum mendapat rincian penambahan pupuk tersebut, Bupati Abdya sudah mengantisipasi terlebih dulu kelangkaan pupuk dimasuk, Akmal mencoba meracik pupuk full organik atau yang dinamakan pupuk Ayahwa Akmal yang kini sudah beredar khususnya di Abdya. (mag-80/adi).