BANDA ACEH (RA) – Mantan gelandang Persiraja, Rizky Yusuf Nasution melanjutkan petualangannya di kancah sepakbola Indonesia dengan bergabung dengan klub kebanggaan masyarakat Jepara, Persijap Oasis Water. Ia telah resmi diumumkan Persijap, Jum’at (17/1).
Sebelum bergabung dengan Persijap, mulanya Rizky hendak menjalani trial di Badak Lampung, namun urung dilaksanakan karena menunggu persetujuan dari manajemen Persiraja.
“Sebelumnya sempat hendak trial di Badak Lampung, ada kawan juga di sana. Tapi tak lama kemudian ada tawaran di Persijap, ya alhamdulilah,” ujarnya kepada Rakyat Aceh, Minggu (19/1).
Keseriusan dan memiliki target promosi ke Liga 1 adalah alasan Rizky memilih pinangan Persijap. Kapten tim Aceh yang membawa sepakbola Aceh melanggeng ke PON itu, kembali mencoba peruntungan di pulau Jawa. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk klub Persika Kerawang selama setengah musim pada tahun 2018.
Di Persijap, Rizky akan bersaing dengan gelandang senior yang sudah cukup makan asam garam di sepakbola Indonesia, Asri Akbar. Pemain kelahiran 29 Januari 1984 itu bergabung dengan Persijap setelah dirinya tidak diperpanjang kontrak oleh Persita Tangerang. Namun begitu, Rizky tak patah arang, ia siap bersaing.
“Di posisi gelandang bertahan ada Bang Asri Akbar, gelandang senior. Juga pemain ada pemain Persijap dari Liga 3. Target saya bermain bagus dan mendapatkan jam bermain, itu yang terpenting,” urainya.
Rencananya, akhir bulan ini (Januari) ia akan terbang dan bergabung bersama Persijap Jepara. Rizky berharap tahun 2020 menjadi titik balik dirinya. Mengingat selama tahun 2019, di Persiraja boleh dibilang ia hanya tampil tak lebih dari tiga kali. Selain sempat didera cedera, juga terkait persoalan selera pelatih, Hendri Susilo.
Selain Rizky, pemain Aceh yang sudah mendapatkan klub adalah Aulia Hidayat. Pemain yang dikenal memiliki V02max tinggi itu, memilih bertahan dengan Badak Lampung. Tahun lalu, Aulia meski tidak terlalu sering sebagai starter, tapi ia kerap mendapatkan menjadi pemain pengganti.
Sementara beberapa pemain Aceh lainnya seperti Arianto, Jalwandi, Vivi Asrizal, dll belum diketahui akan berlabuh di klub mana. Menarik menunggu diaspora pemain Aceh di Liga 2 tahun 2020. Untuk diketahui, setelah Persiraja promosi ke Liga 1, dan gagalnya Persidi promosi, praktis klub Aceh absen di Liga 2 tahun ini. (icm/rif)