Komunitas peduli kebersihan bersama aparat Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, membersihkan sampah dan memasang spanduk bertulisan himbaun agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan di beberapa titik Kota Takengon.

Kominitas Peduli Sampah
TAKENGON (RA) – Komunitas peduli akan sampah terus bermunculan di Aceh Tengah. Dua hari lalu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAHMI) bekerjasama dengan KGPK, Senat Mahasiswa, LDK Simahtuah STAIN GPA, TNI serta Polres setempat dan aparat Kampung Kemili melakukan bakti sosial membersihkan tumpukan sampah yang dibuang liar oleh masyarakat di belakang Lembaga Pemasyakatan.

Gerakan seperti ini sebelumnya juga sudah dilakukan oleh beberapa komunitas, namun kesadaran masyarakat Kota Takengon untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Hal ini sangat disesalkan oleh Ketua KAHMI, Mukhlisin.

“Baru saja kami bergotong royong membuang tumpukan sampah yang dibuang sembarang oleh oknum warga kota, usai waktu istirahat sampah sudah kembali ada dilokasi yang sama,” jelas Mukhlisin.

Menurut, Ketua KAHMi dibeberapa titik tong sampah besar sudah disediakan oleh pihak terkait, namun masih saja dibuang tidak pada tempatnya. Hal ini kalau dibiarkan akan membuat kota Takengon sebagai kota tujuan wisata akan kotor dan jorok.

“Dan hal ini kalau dibiarkan akan memalukan sekali. Masyarakat harus sadar akan bahaya sampah,” terang Mukhlisin.

Ketua Gayo Peduli Kemanusiaan, Ernawati mengatakan, masyarakat seharusnya bisa mengelola sampah rumah tangga masing-masing untuk mengurangi volume sampah yang ada di Aceh Tengah.

“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, pihak terkait harus bergerak memberikan edukasi agar sampah rumah tangga bisa dikelola dengan baik.

Dan yang sembarangan membuang sampah selama ini terpantau adalah oknum masyarakat yang mengunakan mobil di beberapa tempat,” jelas Ernawati, yang sempat melihat beberapa kali di seputaran Kemili. (jur/bai)