Fasilitas mesin sentra gas oksigen murni di RSUD Simeulue. Minggu (26/1). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue, secara resmi awal tahun 2020 telah operasikan alat vital dan utama mesin untuk memproduksi gas oksigen, demi kepentingan medis.

Dalam satu hari alat medis seharga sekitar Rp 7 miliar, yang bermitra atau Kerjasama Operasi (KSO) dengan salah satu perusahaan dari luar daerah yang bergerak di bidang alat medis, dalam satu hari dapat memproduksi gas oksigen mencapai 13 tabung dengan kapasitas yang beragam hingga kapasitas 60 kilogram oksigen murni.

Beroperasinya peralatan mesin sentra gas oksigen medis untuk kebutuhan menyelamatkan pasien itu, dijelaskan drg Farhan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (26/1).

“Alhamdulillah, tahun ini RSUD Simeulue telah mampu memproduksi gas oksigen untuk kepentingan medis, dalam satu hari mampu menghasilkan hingga mencapai 13 tabung oksigen murni. Keberadaan alat seharga Rp 7 miliar ini, kita bermitra atau KSO dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peralatan medis,” katanya.

Masih menurut Farhan, alat tersebut mampu memproduksi oksigen murni, dengan kadar atau purity rata 92,9 persen hingga 95 persen, dengan kadar atau purity tersebut telah sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebelumnya RSUD Simeulue, suplay gas oksigen dalam tabung dari luar daerah, dengan biaya yang mahal untuk satu tabung Rp 300.000, dan sering terkendala disebabkan faktor pengiriman yang estafet melalui transportasi via darat dan laut.

Dengan beroperasinya alat yang dapat memproduksi oksigen murni itu, selain diprioritaskan untuk kepentingan medis di RSUD Simeulue, juga dapat disuplay untuk kebutuhan medis penanganan pasien yang dirawat di pukesmas yang ada di 10 Kecamatan, serta manajemen RSUD setempat juga melayani permintaan kebutuhan gas untuk masyarakat atau usaha lainnya.

RSUD Simeulue dalam satu bulan melayani pasien rawat inap mencapai 650 orang pasien dan pasien rawat jalan mencapai 3.000 orang pasien.

“Satu permasalahan soal oksigen untuk kepentingan medis telah teratasi, bahkan selain untuk kepentingan medis, juga kita melayani kebutuhan permintaan gas dari masyarakat,” imbuh Farhan. (ahi).