Enam Ruangan RSUZA Siap Menghadapi Wabah Corona

Petugas posko informasi warga Aceh di Wuhan, China, melayani warga yang ingin mengetahui informasi dan kondisi para mahasiswa Aceh yang masih berada negara China di Dinas Sosial Provinsi Aceh, Banda Aceh, Selasa (28/1). (al amin/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, menyatakan kesiapan untuk merawat bagi pasien yang terinfeksi wabah virus corona. Saat ini sudah ada 6 ruang khusus yang disediakan.

Wabah virus corona akan dilakukan sebagai antisipasi dan pengobatan terutama bagi mahasiswa maupun masyarakat yang baru pulang dari negara Hongkong, Cina, Singapur dan Malaysia maupun dari luar negeri.

“Kami di Rumah Sakit dengan melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah siap dalam melakukan dan antisipasi supaya wabah virus corona ini supaya tidak menyebar ke Aceh,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, dr. Azharuddin, Selasa (28/1).

“Bila dianggap terjangkit virus corona maka akan dikarantina minimal 14 hari. Kita di rumah sakit sudah siap,” ujarnya, saat kunjungan Komisi V DPRA.

Azharuddin menyampaikan petugas akan menggunakan baju khusus, yang dikenal bagaikan baju astronot. Diakuinya, virus corona belum pernah ditangani, namun untuk kasus HIV/AIDS sudah sering ditangani.

“Baju astronot sudah kita pesan 100 unit. peralatan Penutup diri ini hanya bisa digunakan sekali pakai, setelah itu langsung di buang,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi V DPRA, Reza Fahlevi Kirani, menyampaikan, berharap Direktur Rumah Sakit Zainoel Abidin sudah menyiapkan diri dan fasilitas ketika ada masyarakat yang terjangkit virus corona. Sebab virus ini sudah sangat meresahkan di beberapa negara.

Bahkan ada mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di sana.
“Kalau ada kekurangan alat semoga bisa direncanakan yang komprehensif supaya bisa dilaksanakan pemerintah Aceh, Dinkes dan mitra kerja lainnya dari Komisi V,” pinta politisi dari PNA ini.

Ia berharap, apa yang sediakan rumah sakit tidak secara tiba tiba namun jauh hari sudah disiapkan, baik peralatan maupun medisnya.

Hal yang sama, Sekretaris Komisi V, Iskandar Usman AlFarlaky, menyampaikan kedatangan mereka sebagai tindaklanjut apa yang pernah disampaikan pemerintah Aceh menyiapkan ruang bagi masyarakat yang terisolasi dari wabah virus corona tersebut.

“Sebagai mitra kerja kami ingin kerja cepat dalam mengatasi persoalan virus corona, sehingga dengan cepat penanganan tidak menyebar luas di Aceh,” jelasnya.

Iskandar sangat menyambut baik bila kelengkapan peralatan dan tenaga medis dalam menangani persoalan virus corona di Aceh yang sudah meresahkan rakyat Aceh.

Pemerintah RI Persiapkan 100 RS
Sementara itu Juru Bicara Kepresidenan Bidang Sosial, Angkie Yudistia ?mengatakan pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit di 31 provinsi di Indonesia guna menanggani virus corona tersebut.

“Kini pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit di 31 provinsi di Indonesia, tiga rumah sakit rujukan nasional di Jakarta dengan fasilitas memadai sebagai rujukan penyakit corona jenis baru,” ?ujar Angkie dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (28/1).

Selain itu, Angkie mengatakan sejumlah laboratorium juga telah disiapkan pemerintah untuk mengetahui bahwa orang tersebut terkena Virus corona atau tidak. “Pemerintah juga menyiapan sejumlah laboraturium bio medis dan lima laboraturium regional yang memiliki fasilitas konfirmasi virus korona,” katanya. (rus/min)