Sejumlah organusasi mahasiswa dan relawan Rescue Sar Aceh Tenggara melakukan bakti sosial pembersihan sampah di Lawe Bulan, Rabu (29/1). NAUVAL/RAKYAT ACEH

KUTACANE (RA) – Ratusan peserta dari berbagai organisasi kampus dan instansi mengikuti kegiatan bakti sosial peduli sungai Lawe Bulan yang diselenggarakan oleh BPBD dan Agara Rescue, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Rabu (29/1).

Reza Eka Patra, koordinator Aksi dalam kegiatan itu mengatakan, bakti sosial dalam rangka peduli terhadap ancaman banjir, pihaknya berhasil mengumpulkan tiga truk sampah plastik di daerah aliran sungai.

Sementara, Berdasarkan pantauan Rakyat Aceh, aksi bakti bersih-bersih itu diikuti hampir seluruh eleman pemerintahan dan juga didukung berbagai organisasi kemahasiswaan, baik PMII, GMNI, GMKI SAPMA PP, tokoh masyarakat maupun lainnya.

Kegiatan aksi sosial bersih-bersih sungai Lawe Bulan dibuka langsung oleh Kalaksa BPBD Asbi ST MM, sembari mengatakan bakti sosial tersebut merupakan rangkaian dari inisiatif Agara Rescue yang baru saja dibentuk dan ingin unjuk kapasitas kemampuan kepada masyarakat.

“Dalam giat kali ini Kita juga mengajak beberapa instansi pemerintahan seperti BLHK, Camat, Dinas Sosial, SAR Pos Kutacane dan Kodim 0108 Agara,” katanya lagi.

Disisi lain, dirinya mengapreasiasi bakti sosial tersebut, di karenakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif pemuda-pemuda yang peduli terhadap kondisi sungai Lawe Bulan yang sebelumnya dipenuhi oleh sampah plastik.

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut para peserta turun bersama-sama mengutip sampah dipinggiran sungai dengan jarak empat kilometer. Adapun rute dimulai dari Desa Plonas Baru hingga finis di Desa Prapat Titi Panjang.

Sementara itu, Camat Lawe Bulan Zahrul mengatakan pihaknya mengharapkan dengan adanya kegiatan bakti sosial ini dapat menyadarkan masyarakat khususnya yang bermukim di pinggiran sungai Lawe Bulan agar tidak lagi membuang sampah ke daerah aliran sungai.

“Saya berharap dampak dari kegiatan ini agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan apalagi di daerah aliran sungai,” pungkas Zahrul (val/bai).