CEO Trans Continent Apresiasi Nova Jumpai Luhut Bahas Investasi di Aceh

Jakarta (RA) – CEO Trans Continent Ismail Rasyid mengapresiasi langkah cepat Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis, (30/1/2020). Ismail menyatakan pertemuan selanjutnya dengan pihak Uni Emirat Arab harus dijadwalkan agar cepat diimplementasikan.
“Selama ini kita sudah sering mendapat angin surga perihal investor mau ke Aceh. Faktanya, setelah perdana datang, tidak ada datang lagi. Kita butuh aksi nyata para investor seperti yang dijanjikan,” pinta Ismail, Jumat (31/1/2020).
Ismail menuturkan ada hal yang menarik yang dipaparkan Nova yakni potensi investasi di luar properti (perumahan), dan perhotelan di Sabang dan Banda Aceh. Nova menjelaskan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dan pembangunan jaringan pipa gas dari Lhokseumawe. Menariknya, saat itu juga Luhut menelepon Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail al-Mazrouei untuk mengatur waktu tepat bertemu dan membicarakan kelanjutan investasi ini.
“Tindakan cepat Pak Luhut yang langsung HP ke Menteri Energi dan Industri UEA membuktikan Indonesia serius dukung Aceh sebagai ladang investasi bagi UEA. Ini harus kita jaga bersama,” ajak Ismail yang memiliki 18 kantor cabang Trans Continent di Indonesia dan 2 kantor cabang di Australia dan Filipina.
Ismail menuturkan dirinya melalui bendera Royal Group sudah berinvestasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar. Hal ini sejalan dengan imbauan agar pengusaha bisa berinvestasi di KIA atau kawasan Ekonomi Khusus (KEK ) Arun. Ismail berharap, melalui KIA, KEK, dan BPKS Sabang akan memudahkan UEA untuk berinvestasi di Aceh.

“Selain menyediakan karpet merah kepada UEA, Pemerintah Aceh harus menyediakan infrastrutkur, perizinan yang cepat dan sebagainya,” jelas Ketua Umum Ikatan Alumni Unsyiah di Jakarta dan sekitarnya.
Ismail tidak sekadar berkoak-koak. Trans Continent di Pusat Logistik Berikat (PLB) di KIA Ladong serta KEK terus berproses. Disebutkan pada akhir Februari 2020 ini insya Allah akan diselesai basic Infrastruktur agar PLB segera beroperasi. Persiapan lain, sebahagian besar alat-alat kerja yang diInvest sudah ada di Pool Trans Continent di Medan dan kapan pun bisa dmobilisasi ke Aceh ketika lokasi sudah siap beroperasi.

“Untuk Investasi Peralatan Kerja Berat (Port Machinery) yang dioperasikan di Ladong sudah diorder dan dlm proses/indent insya Allah akan kita kapalkan dari luar negeri sekitar pertengahan Februari yang diImport langsung untuk kita proses custom clearance di Banda Aceh (Bea Cukai Aceh). Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar dan segala upaya. Yang dilakukan ini tidak akan jalan tanpa dukungan dari semua pihak,” pungkas Ismail.

Sebagaimana diketahui, UEA berminat investasi dalam pengembangan properti, khususnya di Aceh. Hal tersebut disampaikan Luhut bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis menggelar jumpa pers usai mendampingi Presiden Joko Widodo di Istana Qasr Al Watan Abu Dhabi pada awal Januari 2020./rell