Pemain timnas Lebanon, Samir Ayass selangkah lagi berseragam Persiraja.

BANDA ACEH (RA) – Setelah memulangkan dua gelandang bertahan dari Uzbekistan dan Jepang, Pavel Smolyachenko dan Reo Nakamura, Persiraja langsung bergerak cepat di bursa transfer. Adalah pemain asal Lebanon, Samir Ayass yang diproyeksikan mengisi satu slot pemain kuota Asia.

Pemain dengan tinggi tubuh 174 cm ini, terakhir kali memperkuat klub Liga Bulgaria, FK Dunav. Selama berkarir di klub tersebut, pamain timnas Lebanon ini membukukan sebanyak enam gol. Di Persiraja ia kemungkinan besar langsung dikontrak dengan durasi waktu setahun. Saat ini sedang dirampungkan pemberkasan.

“Benar Samir calon pemain Persiraja. Rencana akan (langsung) kita kontrak. Saat ini sedang proses perampungan berkas,” jelas Sekum Persiraja, Rahmat Djailani kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (9/2).

Di Timnas Lebanon, Samir telah tampil sebanyak 13 kali dengan rincian, dua kali sebagai pengganti dan tujuh kali ditarik keluar, hanya sekali tampil penuh serta tiga kali tidak dimainkan.

Selain memiliki jam terbang yang terbilang cukup baik di level Eropa (Liga Bulgaria), Samir juga pernah bermain di Liga Asia dengan memperkuat klub (Lebanon), Al Ahed SC.

Di Al Ahed, Samir berhasil mempersembahkan satu trofi AFC Cup tahun 2019. Jauh sebelum itu, Samir juga berhasil mengangkat trofi Bulgaria Cup, saat ia memperkuat klub CSKA Sofia tahun 2016.

Prestasi yang pernah ia torehkan, diharapkan dapat berimbas kepada tim berjuluk Laskar Rencong. Salah satu kelebihannya punya kekuatan dan bertenaga.

“Dari beberapa literatur yang ada, seperti videonya, saya suka Samir. Dia pemain kuat, saya butuh pemain seperti itu di lini tengah Persiraja. Saya rasa dia juga cocok di Liga Indonesia,” terang Pelatih Persiraja, Hendri Susilo.

Kehadiran Samir sejujurnya adalah bentuk antisipasi tim pelatih atas kekurangan gelandang serang Persiraja asal Brazil, Paulo Dybal. Menurut Hendri, Dybal memang cakap dalam penyerangan namun masih lemah dalam bertahan. Sedangkan skemanya, setiap pemain diwajibkan menyerang sekaligus bertahan.

“Kalau saya, siapapun pemainnya gak ada strategi khusus seperti harus menjaga pemain lawan itu siapa. Tapi siapa yang paling dekat dengan lawan, itu otomatis langsung menjaga,” terang pelatih kelahiran Bukittinggi yang saat ini berdomisili di Batu, Malang.

Saat ini Samir sedang berada di Dubai. Ia akan kembali terlebih dahulu ke Bulgaria untuk mengambil segala perlengkapan. Dijadwalkan, bila tak ada aral melintang, pekan depan Samir akan tiba di Banda Aceh. (icm/rif)