Ulama Tetap Menjadi Referensi KPA/PA

0

Meulaboh (RA) – Ulama tetap menjadi panutan dan petunjuk dalam setiap langkah. Inilah yang menjadi perhatian H. Ramli MS, saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA), di komplek Makam Syiah Kuala Banda Aceh, Senin (10/2).

“Alhamdulillah, Ulama tetap menjadi panutan dan menjadi orang tua dalam setiap langkah kami,” kata Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, Selasa (11/2) di Meulaboh.

Sudah menyatu dalam nafasnya, sejak dahulu, kata Ramli MS, ulama bagian referensi dalam setiap gerakan perjuangan di Aceh. Karena niatnya semata ingin membesar agama Allah SWT dan keadilan.

Sangat wajar, jika Partai Aceh senantiasa mengedepan ulama dalam menyatukan persepsi masyarakat di Aceh. “Ulama alat pemersatu dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara negara maupun menghadapi akhirat dengan tauladan Rasulullah menjadi pandangan hakiki,” sebutnya.

Kekompakan tetap terjaga, dengan terus mewaspadai adanya penghasutan dan upaya adu domba, yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh. “Penghasutan itu, tetap akan memanfaatkan segala persoalan yang ada. Solusinya, setiap masalah harus diselesaikan dengan musyawarah. Meskipun persoalan itu sangat kecil,” ujar Ramli MS.

Sebagai contoh, sambung Ramli MS, Aceh itu sangat identik dengan ajaran Islam, sehingga wajar dan bakalan viral jika ada warga Aceh yang terkenal leluhurnya sebagai muslim taat, malah ada keturunannya memilih murtad dari agamanya. “Jika suku lain murtad, tidak bakalan seheboh suku Aceh yang murtad. Jadi ini bagian trik merusak citra kesukuan kita juga,” kajiannya.

Ia menilai, angin dan badai tetap akan menerpa Aceh dari segala persoalan dan peluang. “Kedepankan musyawarah dalam menyelesaikan segala persoalan. Hilangkan kepentingan pribadi dan lebih mengutamakan kepentingan umum (Aceh red) dari setiap keputusan musyawarah,” mohonnya.

Seperti pesan Abu Paya Pasi dalam tausiyah, meminta setiap Rakyat Aceh wajib menghargai setiap keputusan yang lahir dari sebuah proses musyarah, “Ini demi terjaga keutuhan di tengah masyarakat Aceh. Baik musyawarah tingkat gampong dan musyawarah tingkat kabupaten, serta nasional. Karena sebuah musyawarah itu, telah melalui berbagai tahapan yang adil dan aspiratif,” ucap Ramli MS, simpulkan tausiyah Abu Paya Pasi.

Hadir ribuan masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar KPA/PA tersebut. Sekaligus melantik pengurus Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) yang sekaligus menyantuni puluhan anak yatim dan kaum penyandang cacat.

Turut hadir Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al Haythar, Ketua KPA Muzakir Manaf, pengurus KPA/PA kabupaten/kota, Forkompinda, dan warga sekitar.(den)