Anggota DPR RI M. Nasir Djamil

Harianrakyataceh.com – Keputusan untuk tidak memulangkan kombatan ISIS yang sebelumnya berkewarganegaraan Indonesia sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Namun demikian, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil meminta untuk memikirkan kaum perempuan dan anak-anak yang belum tentu terpapar ISIS di Suriah.

Artikel ini telah tayang di Rmol.id dengan judul “Nasir Djamil: Wahai Pemerintah, Tolong Pertimbangkan Anak-anak Dan Istri Kombatan ISIS”, 

“Tolong diperhatikan yang anak-anak dan perempuan. Karena beberapa negara juga sudah memulangkan yang perempuan dan anak-anak. Sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa, dibawa oleh orang tua mereka, dibawa oleh suami mereka,” ujar Nasir Djamil di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/2). “Oleh karena itu sekali lagi, meskipun pemerintah sudah megatakan tidak memulangkan WNI eks ISIS, tapi kami berharap agar yang perempuan dan anak-anak dipertimbangkan (untuk dipulangkan),” tambah politisi PKS ini.

Sebagai contoh, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, Denmark dan Australia telah memprioritaskan untuk memulangkan wanita serta anak-anak eks ISIS. Pun demikian dengan Indonesia yang perlu mempertimbangkan anak-anak dan istri kombatan ISIS untuk pulang.

Untuk menghindari paparan paham ISIS di tanah air, anggota dewan asal Aceh ini menyarankan agar pemerintah melakukan pengawalan ketat jika nantinya anak-anak dan istri kombatan ISIS dipulangkan ke Indonesia. Salah satunya dengan pembinaan deradikalisasi. “Pengawalan tehadap mereka jangan dibiarkan. Karena apapun ceritanya, mereka yang dibawa oleh suaminya, dibawa oleh ayahnya mungkin terkontaminasi. Karena itu dilakukan upaya semacam pengawalan bagaimana akhirnya mereka bisa sadar kembali menjadi warga negara Republik Indonesia,” tutupnya. EDITOR: DIKI TRIANTO