H Ruslan M.Daud, Anggota DPR-RI asal Aceh,

LHOKSEUMAWE (RA) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai di atas Rp 2.000 triliun yang disahkan setiap tahun. Bahkan, untuk tahun 2020 ini alokasi APBN berkisar Rp 2.540 triliun. Tentunya, Aceh jangan menjadi penonton dengan melimpahnya dana tersebut.  

“Aceh harus dapat menikmati alokasi APBN setiap tahun untuk program pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Aceh,”ucap Anggota DPR-RI asal Aceh, H Ruslan M.Daud, dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Ia mengatakan, dengan besarnya dana dari APBN maka Aceh jangan hanya menjadi penonton saja. “Aceh harus dapat menikmati dana tersebut,”katanya.

Khususnya untuk Aceh Utara, sebut Ruslan, dirinya akan memperjuangkan supaya dialokasikan anggaran dari APBN untuk pembangunan jalan menuju makam Cut Meutia di kawasan Alue Karieng, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. 

“Ada sekitar 30 kilometer jalan menuju Makam Cut Meutia di pedalaman Aceh Utara perlu dibangun dan saya siap perjuangkan. Dengan hadirnya Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo ke lokasi makam menjadi awal dari perjuangan kita,”ungkapnya. 

Namun, hasil permohonan bupati Aceh Utara bersama tokoh, Ruslan melihat perencanaan itu adalah pada tahun 2016 lalu. Ternyata Pemkab Aceh Utara telah membuat perencanaan tiga tahun lalu sehingga  perlu dihitung kembali harga satuan saat ini.  

“Saya sudah berkordinasi dengan pihak Kementerian PUPR dan mendisposisikan surat kepada Kabalai, jadi Kabalai dan menalaah kembali maka dari itu akan segera kita tau angka kebutuhan dana untuk pembangunan jalan tersebut,”jelasnya.

Menurut mantan Bupati Bireuen ini, kalau memang perencanaan sudah selesai maka akan dianggarkan untuk pembangunan fisiknya. “Saya selaku wakil rakyat dari Dapil Aceh 2, berwajiban apa yang saya lihat, dengar dan saksikan bersama-sama satu. Menjadi kewajiban saya ingin menyukseskan program pembangunan jalan, pemugaran makam Cut Meutia, mushalla, dan hal lainnya,”pinta H. Ruslan M.Daud akrab disapa HRD ini.   

Ia juga  memohon kesabaran masyarakat atau tokoh di Aceh Utara dan percayakan kepada pihaknya untuk sama-sama memperjuangkan pembangunan jalan dimaksud. “Saya di Komisi V DPR-RI bermitra dengan Kementrian PUPR, saya yakin dengan telah hadir Wamen PUPR maka apa yang telah direncankan akan terwujud,”katanya. Selain itu, lanjut Ruslan, minimal dalam APBN-P 2020 sudah masuk anggaran tahap awal untuk pembangunan jalan menuju makam Pahlawan Nasional Cut Meutia di Aceh Utara.

Dengan demikian, Ruslan juga harus memperjuangkan untuk pembangunan jembatan duplikasi Peudada dan jalan dua jalur di Kabupaten Bireuen, jembatan Kelok Enang-enang di Bener Meriah dan Jembatan Evakuasi Pusong-Kandang di Lhokseumawe.  

Sementara itu berdasarkan perkiraan dan kebutuhan untuk pembangunan jalan sepanjang 30 kilometer menuju ke Makam Cut Meutia butuh dana Rp 200 miliar, pembangunan jembatan evakuasi Pusong-Kandang Lhokseumawe sepanjang 344 meter dengan lebar 23,5 meter butuh Rp 284 miliar,  pembangunan jembatan di Kelok Enang-Enang Bener Meriah butuh anggaran Rp 400 miliar dan pembangunan duplikat Jembatan Peudada sepanjang 250 meter butuh dana Rp 100 miliar lebih.  (arm/msi)