BIREUEN (RA) – Puluhan tenaga kontrak Rumah Sakit Fauziah Bireuen, hari ini Selasa (18/2), memutuskan tidak masuk kerja sementara waktu atau mogok kerja karena kecewa merasa tidak pernah dianggap oleh tempat mereka bekerja.

Hal ini terbukti sehubungan hasil keputusan rapat antara Legislatif, Eksekutif, Manajemen Rumah dan perwakilan tenaga kerja Rumah Sakit Umum Fauziah di Oproom pendopo Bupati Bireuen pada tanggal 17 Februari 2020 lalu tak sesuai harapan.

“Rapat kemarin tidak ada mendapatkan kata sepakat, karenanya kita sepakat mogok kerja untuk sementara waktu,” ujar Salah satu Koordinator tenaga kontrak RSUD dr Fauziah Bireuen Saifullah, kepada media Harian Rakyat Aceh via WhatsApp, Selasa (18/2).

Saifullah mengatakan, dia dan sepuluh teman lainnya yang menghadiri rapat tersebut tidak satupun dari diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat.

“Semua hasil rapat kemarin adalah keputusan sepihak, kami tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam penyelesaian masalah ini. Ada juga pihak anggota dewan yang membantah dari fraksi juang bersama, yang mengatakan juga tidak pernah dilibatkan dalam penyelesain masalah ini,” ujar Saifullah

Setelah penyampaian hasil dari manajemen, Pemda, dan DPRK Bireuen, tenaga kontrak merasa sangat kecewa dengan hasil rapat yang mereka anggap cuma hasil sepihak, dan mereka tidak bisa menerima keputusan ini.

“Dengan hasil keputusan rapat tanggal 17 Februari di Oproom pendopo Bupati, kami sudah sepakat mulai saat ini untuk sementara waktu tidak masuk kerja, sampai ada mediasi ulang dari manajemen rumah sakit, pemerintah daerah (pemda), dan pihak DPR Kabupaten Bireuen,” tambah Koordinator.

Dalam rapat tersebut dihadiri pihak pemerintah kabupaten Bireuen, Direktur Fauziah Bireuen, Pihak DPRK Bireuen dan perwakilan Honorer RSU Fauziah Bireuen. (mag- 84)