ILUSTRASI HAJI: (Dok. JawaPos.com)

BIREUEN (RA) – Porsi jamaah haji Indonesia di tahun 2020 berangkat ke Mekkah tahun ini 67.700 jiwa dengan kuota Aceh sebanyak 4.359 orang, 317 diantaranya berasal dari Bireuen.

Data dari Kakan Kemenag Bireuen Drs H Zulkifli Idris melalui Kasi Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen Drs H. Mukhlis menjelaskan, 317 jamaah haji tersebut 292 calon jamaah haji tahun 2020, ditambah dengan Calhaj tunda berangkat tahun 2019 sebanyak 32 orang.

Namun adan juga pengurangan yakni calhaj sudah mengajukan permohonan tunda berangkat tahun 2020 hingga 18 Februari sebanyak 7 orang.

“Sebanyak tujuh calon jamaah haji menunda keberangkatan pada tahun ini karena faktor kesehatan yang belum mengizinkan dan ada juga yang menunggu berangkat bersama keluarganya tahun depan,” ujar H. Mukhlis.

Sampai saat ini, Rabu (19/2), 87 Calhaj Bireuen sudah siap membuat paspornya di kantor Imigrasi Lhokseumawe sebanyak 16 paspor yang dimiliki 16 calhaj diantaranya masih berlaku.

Sementara itu, sebanyak 103 paspor calhaj Kabupaten Bireuen sudah dikirim ke Kanwil Kemenag Aceh 17 Februari untuk pengurusan visa dan 60 berkas calon jamaah haji Kabupaten Bireuen sudah dikirim ke Imigrasi Lhokseumawe untuk difoto di kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Ke-60 Calhaj Bireuen sudah diberitahukan petugas Seksi Urusan Haji Kemenag Bireuen agar datang ke kantor Imigrasi Lhokseumawe untuk difoto pada hari Rabu, Kamis dan Jum’at, 19, 20, 21 Februari 2020 setiap hari 20 calhaj.

“Bagi Calhaj yang masuk dalam kuota berangkat tahun 2020 yang belum membuat paspornya diminta segera datang ke Kantor Kemenag Bireuen Seksi Haji dan Umrah dengan membawa foto copy KTP, KK atau foto copy ijazah atau buku nikah atau Akte Kelahiran atau paspor bagi Calhaj yang sudah pernah memiliki paspor sekalipun tidak berlaku lagi,” jelas Mukhlis.

Jadwal berangkat calon jamaah haji Aceh gelombang I pada 25 Juni 2020 dan gelombang II pada 5 September 2020. Penetapan kloter masih menunggu penetapan dari Kanwil Kemenag Aceh, sehingga calhaj Kabupaten Bireuen belum diketahui apakah akan berangkat pada gelombang I atau gelombang II. (mag- 84/min)