Teuku Dadek, Ketua P2K APBA Pemerintah Aceh saat melakukan peninjauan Paket MYC jalan penghubung Aceh Besar dengan Aceh Jaya, Jumat (21/2). (Imran joni/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Pemerintah Aceh akan melanjutkan pembangunan 12 ruas MYC supaya cepat selesai tahun 2022.

Pemerintah Aceh akan melanjutkan pembangunan jalan salah satunya Jantho – Lamno untuk memastikan terwujudnya konektivitas antar kabupaten yang ada di Aceh.

Untuk itu, jalan sepanjang 65 km yang menghubungkan Aceh Besar dengan Aceh Jaya itu masih membutuhkan pengerjaan jalan maupun jembatan.

“Jalan ini yang sudah teraspal 45 km, dari sisa 20 km, 10 km lagi masih harus dilakukan penurunan ketinggian badan jalan,” kata Teuku Dadek, Ketua P2K APBA Pemerintah Aceh, Jumat (21/2) di lokasi.

Dijelaskan, ada 7 jembatan yang akan membuat jalan bisa fungsional, dan dari 5 jembatan ada 3 jembatan di wilayah Jantho akan dibangun tahun 2020. “Dua jembatan di wilayah Lamno baru dilakukan desain pada 2020,” jelas Dadek.

Pembangunan jalan disampaikan akan dilakukan secara Multi Years Contract (MYC) sedangkan untuk pembangunan tiga paket jembatan dibangun langsung dengan Tahun Anggaran 2020.

Kunjungan lapangan (Kunlap) pantau Paket MYC juga melibatkan pihak Dinas PUPR dan ULP dan P2K APBA.

“Kunlap sebelum dilakukan lelang ini guna memastikan semua pihak terkait memahami betul kondisi paket sehingga dapat menghayati dengan sungguh-sungguh saat berkerja, termasuk saat menetapkan kebijakan dan keputusan,” kata Dadek.

Desk lapangan diakui sebagai arahan pimpinan yang dimaksudkan untuk mendorong semua dinas berkerja berbasis lapangan.

“Ini arahan pimpinan untuk menghadirkan manfaat paket kegiatan bagi masyarakat dan daerah,” tegas Dadek.

Setelah melakukan desk lapangan di jalan Jantho – Lamno, rombongan kunlap bergerak ke Lamno melalui jalur Banda Aceh – Lamno. (imj)