Beri arahan: SMAN 3 Kota Banda Aceh memberikan arahan pada studi banding di SMAN 3, Anwar, wakil Sekolah bidang kurikulum, (kiri), Kepala Sekolah, Syarwan Joni, M. Pd (dua dari kiri) dan Ketua Binaan PMR SMAN 1 Bireuen, Rahmi, M. Pd, ( kanan). Rakyat Aceh/ Rusmadi.
BANDA ACEH (RA) – Untuk memperkuat hubungan silaturahmi, SMAN I Bireuen, melaksanakan studi banding di SMAN 3 Kota Banda Aceh, Sabtu (22/2).

Study banding ini orientasinya lebih pada bidang Palang Merah Remaja (PMR).

Kepala SMAN 3, Syarwan Joni, M. Pd mengungkapkan, kegiatan ini sangat positif dilaksanakan. Selain studi banding namun bisa meningkatkan silaturahmi dan silaturahim antar sekolah.

“Apalagi SMAN 1 Bireuen merupakan salah satu sekolah terbaik di Bireuen. Ada moment yang berharga dari kunjungan ini,” jelasnya.

Kegiatan PMR ini, lanjutnya, supaya dapat meningkatkan pengendalian kemanusian, sosial maupun dalam emergency dan menjadikan generasi milenial yang siap dengan program PMR nya.

“Dengan latihan ini anak anak akan menjadi generasi milenial yang kuat mental, empati dan rasa nasionalisme yang tinggi,” ungkapnya.

Syarwan Joni, menambahkan, kegiatan PMR antar sekolah SMAN 1 Bireuen dan SMAN 3 tidak hanya seremonial saja. Akan tetapi dapat melihat lebih dalam lagi di bidang PMR.

“Ada beberapa atraksi yang dipertunjukan masing masing sekolah, termasuk dari SMAN 13 Banda Aceh,” jelasnya.

SMAN 13 Banda Aceh yang terletak di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja merupakan salah satu sekolah binaa dari SMAN 3.

“Kita tetap memberikan pendampingan khusus SMAN 13, sebagai binaan SMAN 3,” jelasnya lagi.

Ia mengatakan, setiap pagelaran dan penampilan PMR sama, namun punya keunikan masing masing sekolah.

“Semoga delegasi sekolah dapat mengambil sebuah moment penting dari kunjungan ini serta bisa meningkatkan kapasitas diri,” harapnya.

Kata Syarwan, walaupun SMAN 3 Kota Banda Aceh bila dilihat fisik atau bangunannnya tak seindah sekolah lain, namun masih dipercayakan untuk memimpin sekolah tersebut.

“Kalangan sekolah di Banda Aceh maupun di provinsi Aceh masih mempercayakan untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya. (rus).