Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan Gubernur Port Blair Andaman dijamu wellcome party di kediamannya, Rabu (19/2) malam. (Imran joni/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak semua pengusaha di Aceh dapat mengulang kembali hubungan dagang dengan India dan beberapa provinsi, Chennai dan Andaman (Port Blair).

Moment ini kata Nova sangat bagus karena hasil pertemuan tim delagasi baik dengan Kemenlu New Delhi, Gubernur Provinsi Chennai dan Gubernur Andaman responnya cukup positif.

Tiga hari waktunya cukup padat. kata Nova. Dan terakhir di Andaman Nikobar bertemudengan Gubernur dan sepakat sebagai regulator, baik Gubernur Aceh, Pemerintah Indonesia, Gubernur Andaman Nicobar, Pemerintah India, itu memfasilitasi, mengakomodir semua aktivitas bisnis to bisnis yang akan dilakukan oleh pengusaha kedua belah pihak.

Kemudian kalau memungkinkan membuat insentif-insentif, perizinan, kemudahan birokrasi, kemudian apabila diperlukan, apabila dimungkinkan secara aturan membuat subsidi-subsidi yang memang sebagai stimulasi agar ini bisa berjalan.

Dengan Gubernur Andaman Nicoba serta Kadin A&N kita sepakat yang terpenting dari hal ini adalah follow up sesegera mungkin. Mereka tetap sebagai entry pointnya menerima pasir, kerikil, dan material bangunan untuk pembangunan infrastruktur.

Kata Nova Aceh mencoba mencari jalan tengah untuk tidak mengirimkan barang mentah, minimal setengah jadi. Kalau pun bahan mentah nanti kita akan bicarakan dengan Menteri Perdagangan RI, dengan Pemerintah Pusat, apakah itu memungkinkan dengan kekhususan Aceh.

Yang paling penting dari ini adalah di satu pihak Pemerintah memfasilitasi, mengakomodir, memberikan insentif, kalau perlu subsidi asal itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan kedua belah pihak, termasuk dengan pemerintah pusat India di New Delhi, kita sepakat itu, tinggal secara keseluruhan.

Poinnya sama, India menginginkan sebuah kerja sama yang saling menguntungkan dan cepat, itu yang paling penting. Ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, inisiasi ini dan kita ingin implementasi segera, eksekusi lapangannya segera.

Juni nanti akan ada joint task force antara Pemerintah Indonesia dengan India. Sekali lagi lokomotifnya sebenarnya dunia usaha. Dalam hal ini secara instutusinal adalah Kadin. Tapi sebenarnya seluruh pengusaha yang ada di Andaman & Nicoba India dan di Aceh Indonesia diharapkan menindaklanjuti ini dengan pembicaraan antarpengusaha dari kedua wilayah.

Fasilitasi akan tetap kita sediakan, regulasi akan tetap kita mudahkan, insentif-insentif akan kita berikan, kalau memungkinkan subsidi kita lihat peraturan. Misalnya subsidi untuk dimulainya air connectivity atau konektivitas udara dengan membuka rute penerbangan Banda Aceh – Port Blair.

Saya pagi ini beserta rombongan sudah menuntaskan kunjungan ke India dan yang terakhir tadi malam kita jamuan makan malam oleh Leutenan Gubernur Andaman Nicobar setelah pagi tadi kita berdiskusi di kantor beliau.

Setelah India kata Nova sudah ada appointment untuk bertemu Menteri Energi Uni Emirat Arab Syaikh Suhail dan mungkin BKPM Uni Emirat Arab pada tanggal 8 dan 9 April di Abu Dhabi.

‘Insya Allah program kerjasama yang sudah dijalin dengan sejumlah negara terus diperkuat kembali sehingga tidak menjadi diatas kertas saja tetapi harus ada actionnya’, demikian Nova. (imj)