Ponton dermaga apung tambat Kapal Cepat Express Bahari di Pelabuhan Balohan Sabang tenggelam dihantam badai. (hendra/rakyat aceh)

SABANG (RA) – Ponton dermaga apung tambat kapal cepat express Bahari di Pelabuhan Balohan Sabang, terlepas dari tiang pancang dan tenggelam dihantam dihantam badai dan ganasnya gelombang laut, Sabtu (22/2) malam.

“Sebenarnya ponton dermaga apung kapal cepat yang berada di Pelabuhan Balohan Sabang ini sudah terlepas dari tiang pancang sejak kemarin sore.

Tapi pada malam harinya kondisi cuaca semakin buruk sekira pukul 21.30 WIB, hingga pontin terlepas dari tiang pancang dan tenggelam,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Balohan Sabang, Agustiar, S.S.T,Mar.

Disebutkan, kondisi cuaca dalam tiga hari ini sangat tidak bersahabat dan kejadian bermula tenggelamnya ponton dermaga apung terjadi sejak pukul 18.00 WIB kemarin.

Ponton biasa menjadi tambat kapal cepat Express Bahari sudah terlepas dari as roda tiang pancang. Puncak musibah terjadi pada malam pukul 21.30 WIB, cuaca semakin ekstrem hingga menyebabkan terlepas dari tiang pancang hingga akhirnya tenggelam.

Menurutnya, kondisi cuaca buruk dalam beberapa hari ini sedikit menganggu alur penyeberangan dari Sabang ke Banda Aceh dan sebaliknya.

Bahkan katanya, pada hari Jumat dan Sabtu kemarin untuk keberangkatan kapal cepat dan kapal Roro sempat ditiadakan atau dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Karena berdasarkan data BMKG gelombang laut cukup besar hingga mencapai ketinggian 2 s/d 3 meter.

Imbasnya pada saat kejadian ponton dermaga apung kapal cepat yang lepas dari as roda tiang pancang, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena angin kencang dan ombak cukup besar bisa mengancam keselamatan, maka pihaknya hanya mengikatnya dengan tali agar tidak hanyut terbawa arus.

“Kita akan lakukan evakuasi terhadap ponton tersebut saat kondisi cuaca mereda dengan cara ditarik menggunakan kapal untuk dilakukan docking, sementara untuk dermaga kapal cepat menggunakan dermaga 2 yang berada di sebelahnya,” sebutnya.

untuk pelayaran selanjutnya seluruh kapal tetap melakukan penyeberangan, Akan tetapi apabila nanti cuaca tidak mendukung maka pelayaran akan dihentikan mengingat keselamatan. (han/min)