Walikota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang, meninjau lokasi kebakaran di Sultan Daulat.KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Rumah ibadah persulukan di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam hangus terbakar. Akibatnya, rumah ibadah model berderet itu yang memiliki 21 bilik tempat warga melaksanakan ibadah Suluk rata dengan tanah, Selasa (25/2) sekitar pukul 16.30 WIB.

Camat Sultan Daulat, Fadli Capah yang dikonfirmasi Rakyat Aceh mengatakan tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Sebab, saat terjadinya kebakaran itu, rumah Suluk tersebut dalam keadaan kosong.

Hanya saja, kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta. Fadli menambahkan, terbakarnya rumah Suluk itu diduga titik api yang berasal dari sampah dedaunan yang bertumpuk disamping rumah tersebut. “Dugaan sementara terbakarnya sampah yang ada di samping rumah tersebut sehingga api menjalar ke rumah,” kata Fadli.

Fadli menceritakan awal mula diketahuinya kebakaran tersebut. Menurut Fadli, saat terjadinya kebakaran setelah diketahui seorang warga yang tengah duduk diwarung kopi yang tak jauh dari lokasi kebakaran.

Rasumin, warga yang pertama kali melihat api itu melihat kumpulan asap tebal dan kobaran api menjulang tinggi. Melihat api tersebut, Rasumin langsung mendekati dan melihat api tengah melalap rumah yang berkonstruksi papan tersebut. Sontak Rasumin langsung meminta tolong ke warga dan menelepon pihak pemadam kebakaran.

Meski mobil pemadam kebakaran dan dibantu warga untuk meredamkan api, tapi tak mampu menyelamatkan bangunan tersebut, akibatnya 21 bilik di rumah Suluk itu habis terbakar.

Satu hari setelah kejadian, Walikota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE, langsung turun ke lokasi untuk meninjau lokasi kejadian. Di sana, Bintang yang turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Baginda Nasution langsung mencek keadaan rumah Suluk tersebut.

Walikota Bintang pun berjanji akan merehab rumah ibadah Suluk tersebut agar dapat dihuni saat warga melaksanakan ibadah Suluk. “Apalagi sebentar lagi bulan puasa Ramadan. Biasanya warga melaksanakan ibadah Suluk pada bulan itu. Dan Insya ALLAH akan kita rehab agar bisa dihuni,” kata Walikota Bintang. (lim/bai)