Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si

BANDA ACEH (RA) – BNNP Aceh terus meningkatkan upaya Rehabilitasi di Provinsi Aceh, yang mana tidak hanya program rehabilitasi saja, namun hingga ke pascarehabilitasi. Untuk meningkatkan Program Pascarehabilitasi, BNNP Aceh menggelar Rapat Koordinasi Program Pascarehabilitasi BNNP Aceh.

Rakor ini mengangkat Tema “Melalui Rapat Koordinasi, Kita Wujudkan Peran Para Pihak Dalam Pemulihan Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkoba”, yang berlangsung di Permata Hati Hotel and Convention Center, Aceh Besar, Rabu, 26 Februari 2020.

Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si yang di dampingi Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes dan Kasi Pascarehabilitasi Saiful, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rehabilitasi merupakan upaya pengembalian atau mengembalikan, dimana dalam hal ini adalah upaya mengembalikan penyalahguna narkoba kembali ke masyarakat dengan tidak lagi menjadi penyalahguna narkoba.

“Upaya Rehabilitasi ini merupakan Ibadah bagi kita, karena sepenuhnya kita menolong dan menyelamatkan masyarakat yang sudah menjadi penyalahguna narkoba” jelas Heru.

Dihadapan Peserta Rakor yang terdiri dari Camat, Danramil, Kapolsek, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, BLK Banda Aceh, dan Para Geuchik di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Heru menjelaskan, bahwa Upaya P4GN tidak bisa dilakukan oleh BNN saja, dimana sangat dibutuhkan peran aktif dari para pihak, semua stakeholder hingga ke Desa Desa dan semua Masyarakat.

“Untuk itu Saya mengajak Mari kita mulai dari Pemerintahan Paling bawah (Pemerintah Gampong), bersama kita tekan penyalahgunaan narkoba ,sehingga Aceh Serambi Mekah kedepan nya semakin baik lagi” ajak Heru.

Kepala BNNP Aceh juga memperkenalkan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang merupakan program pemulihan berbasis masyarakat. Program baru ini merupakan prioritas nasional dalam bidang rehabilitasi.

“Agen Pemulihan (AP) akan mendampingi mantan penyalahguna agar tidak lagi konsumsi narkoba, serta memiliki keterampilan vokasional dan dapat deterima kembali oleh keluarga dan masyarakat” jelas Jenderal Bintang Satu ini. (ra)