Tiga Remaja Tenggelam di Kuala Jeumpa

Warga dan TRC BPBD Bireuen mengevakuasi korban tenggelam Kuala Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu (26/2) sore. FOTO AKHYAR RIZKI/RAKYAT ACEH

Satu Orang Meningga Dunia

BIREUEN (RA)- Tiga orang remaja tenggelam saat berenang di laut Kuala Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu (26/2) sore. Satu diantaranya, bernama Muhammad Yasir (13), dilaporkan meninggal dunia.

Menurut informasi disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Sudirman, ST, peristiwa tersebut terjadi saat korban, Muhammad Yasir, berenang di Kuala Jeumpa bersama dua kawannya.

Tiba-tiba ombak tinggi menghantam mereka dan mengakibatkan Muhammad Yasir tenggelam.

Ada warga yang sedang memancing ikan melihat kejadian tersebut, langsung memberikan bantuan kepada mereka, namun hanya dua yang berhasil diselamatkan, sedangkan Muhammad Yasir tidak terselamatkan karena ombak sangat kencang menghantamnya dan di bawa arus air laut Kuala.

Korban meninggal belakangan diketahui sebagai warga Desa Geuleumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Tidak lama kemudian, ada warga yang menelepon ke Posko Pusdalops PB BPBD Bireuen, menyampaikan ada anak tenggelam di laut Kuala Jeumpa. Mendapat informasi tersebut, Tim Pusdalops PB BPBD langsung bergerak cepat meneruskan laporan ke Pos Basarnas Bireuen dan bersama angota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menuju ke lokasi kejadian melakukan pencarian.

Saat diketahui oleh petugas Pusdalops PB BPBD Bireuen bahwasanya Muhammad Yasir telah ditemukan oleh warga, segera mereka meminta Puskesmas Jeumpa mengirimkan satu unit ambulan agar ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah ke rumah duka sesuai permintaan keluarga.

Kepala pelaksana BPBD Bireuen Sudirman, ST, mengharapkan kepada pihak keluarga almarhum yang ditinggal sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.

Kepada masyarakat setempat, dirinya juga mengimbau untuk melarang anak kecil berenang di pinggiran laut tanpa pengawasan orang tua atau orang dewasa, karena di perairan tersebut gelombang air tidak menentu sehingga bisa saja menimbulkan korban.” Demikian ujarnya. (mag84/slm)