Banda Aceh – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, Fauzan Azima, wilayah Aceh Tengah, mengapresiasi sejumlah program Presiden Jokowi untuk membangun Provinsi Aceh yang lebih makmur dan sejahtera.

Menurut Fauzan Azima, Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus untuk wilayah Aceh, agar pertumbuhan ekonomi di provinsi palind barat di Sumatera lebih baik lagi.

“Ada perhatian khusus untuk Aceh, harapan Presiden Jokowi ekonomi Aceh harus bangkit dan maju, terbukti sejumlah program untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dibangun di Provinsi Aceh,” katanya.

Presiden Jokowi kerap kali berkunjung ke Aceh, beberapa hari yang lalu Jokowi bersama 12 menteri menghadiri acara Kenduri Kebangsaan di Bireuen.

Menurut Fauzan Azami, kunjungan Jokowi ke Aceh meskipun hanya Kenduri Kebangsaan, mampu menyiram api semangat masyarakat Aceh yang dulunya berpikiran negatif kepada Jokowi.

“Setelah Pilihan Presiden (Pilpres) ia datang ke Aceh. Ini mampu menyiram api semangat masyarakat Aceh yang dulu sangat negatif kepadanya,” kata Fauzan, saat dihubungi 27/02/2020).

Selain, ia mengatakan, kedatangannya ke Aceh juga mampu mendengar keluhuran masyarakat Aceh saat ini. Apalagi Pemerintah pusat mengucurkan bantuan dana senilai Rp17 triliun.

“Yah, walaupun dana tersebut masih di asistensi Pemerintah Pusat, akan tetapi hal tersebut sangat efektif dalam penuntasan kemiskinan di Aceh,” katanya.

Sejumlah program prioritas Presiden Jokowi yang sedang berlangsung di Aceh diantaranya; mengelola potensi minyak dan gas di wilayah 200 mil dari garis pantai.

Proyek jalan tol Sigli – Banda Aceh (75 km), jalan tol Langsa – Lhokseumawe (135 km), jalan tol Lhokseumawe – Sigli (135 km), Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh, Bendungan Tiro, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Lhok Guci, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Jambo Aye Kanan, dan kawasan ekonomi khusus Lhokseumawe.

Saat berkunjung ke Aceh Presiden Jokowi melihat langsung perkembangan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, proyek ini harapkan mendorong percepatan pembangunan di daerah ini.

Menurut Fauzan Azima, eks kombatan GAM mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi ini. Ia mengatakan, pada dasarnya mereka memberontak semata-mata hanya untuk kesejahteraan Aceh itu sendiri.

Sebab, adanya UUPA, perdamaian, semuanya untuk kesejahteraan Aceh. Akan tetapi ia mengatakan semuanya salah urus.

“Yuforia damai hampir tiga tahun. Pada tahun keempat kita baru bekerja. Dan sudah berganti pemimpin lagi, dengan kebijakan berbeda pula. Ini menjadi suatu masalah juga,” ujarnya.

Dengan datangnya Jokowi, ia sangat merespon positif. Ia berharap kedatangannya ke Aceh mampu mempercepat kesejahteraan Aceh.

“Dengan datangnya Jokowi tadi, saya pikir dapat mempercepat penuntasan kemiskinan di Aceh saat ini,” harapnya. (imj)