Indonesia Lobi Arab Saudi soal Masa Berlaku Visa

BERLATIH: Petugas melakukan simulasi penanganan virus Korona di Pulau Pantara, Jakarta, Sabtu (29/2). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Stop Sementara Penjualan Paket Umrah

Harianrayataceh.com – Lebih dari 850 jamaah umrah Indonesia yang transit di sejumlah negara ketiga sudah kembali ke tanah air. Mereka dipulangkan lebih awal karena terdampak kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

”Catatan kami, sampai malam ini (tadi malam, Red) ada 856 jamaah umrah yang transit telah kembali ke tanah air,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim tadi malam. ”Sebanyak 504 jamaah transit di Uni Emirat Arab (UEA), 112 jamaah di Singapura, dan 240 jamaah di Malaysia,” imbuhnya.

Arfi menjelaskan, 504 jamaah yang transit di UEA terbagi dalam empat penerbangan menggunakan dua maskapai Etihad Airways (EY) dan Emirates Airlines (EK).

”Jamaah yang transit di Singapura ada 112 dan semuanya sudah kembali ke Indonesia dengan maskapai SCOOT,” jelas Arfi.

Di bagian lain, 240 jamaah umrah Indonesia yang transit di Malaysia juga sudah pulang. ”Mereka sudah kembali ke daerah asalnya di Bandara Soetta CGK secara bergelombang sejak pukul 09.00 hingga 20.20 WIB,” terangnya.

Sementara itu, hingga kemarin, pemerintah memulangkan 2.698 jamaah umrah dari Arab Saudi. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyatakan, sejauh ini proses kepulangan jamaah berjalan lancar. ’’Sampai hari ini (kemarin, Red) pukul 14.00 waktu Arab Saudi (WAS), sementara tercatat ada 2.698 jamaah umrah Indonesia yang kembali ke tanah air. Data ini akan terus bertambah seiring dengan jadwal kepulangan yang sudah ditentukan,’’ terangnya Sabtu (29/2).

Endang menambahkan, tim KJRI Jeddah sejak kemarin terus berupaya memfasilitasi kepulangan WNI jamaah umrah ke tanah air setelah menyelesaikan ibadah umrah. ’’Tim KJRI Jeddah menyisir semua konter maskapai penerbangan untuk mengetahui WNI yang melakukan check-in melalui Bandara Jeddah, baik terminal haji, Saudia, maupun terminal internasional, serta melalui Bandara Madinah,’’ jelasnya.

Baca Juga...  Rumah Zakat dan Pertamina Gas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur

Dia mengakui, sampai saat ini memang belum ada statemen resmi dari pemerintah Saudi menyangkut pencabutan larangan masuk penerbangan umrah ke Makkah dan Jeddah. Meski begitu, dia meyakinkan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya melobi Saudi. Termasuk soal kesiapan pelaksanaan ibadah haji.

Di bagian lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sukses melobi otoritas Arab Saudi untuk mencabut larangan masuk bagi pemegang visa turis asal Indonesia. Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono menuturkan, pemerintah sudah memaksimalkan proses lobi. Menlu Retno Marsudi sudah bertemu dengan duta besar Saudi di Jakarta. Duta besar (Dubes) RI di Saudi juga telah bersurat kepada pihak Kemenlu Saudi.

”Saya juga sudah ketemu pejabat Kemenlu, Kemendagri, dan bandara di Jeddah. Tujuannya paling tidak agar Indonesia tidak masuk negara yang dilarang masuk dengan visa turis,” ujar Eko Hartono.

Lobi-lobi tersebut berbuah manis. Indonesia keluar dari daftar negara yang dilarang masuk untuk pemilik visa turis. Merujuk pada pernyataan Kementerian Pariwisata Saudi, sampai kemarin ada tujuh negara yang pemegang visa turisnya dilarang masuk untuk sementara. Yaitu, Tiongkok, Italia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Kazakhstan. ”Tadi Indonesia sudah nggak masuk,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, pemegang visa turis di luar tujuh negara tersebut, termasuk Indonesia, tetap tidak boleh masuk Makkah dan Madinah. ”Tapi, ini Saudi serius. Hari ini (kemarin, Red) keluar pengumuman bahwa warga negara dari negara-negara kerja sama teluk juga nggak boleh masuk untuk sementara,” sambungnya.

Alasannya, sudah ada warga negara-negara tersebut yang positif virus korona (Covid-2019).

PANTAU: Petugas menghalau kapal yang mendekat ke Pulau Sebaru Kecil, Sabtu (29/2). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Tiket dan Visa Aman

Baca Juga...  Rumah Zakat dan Pertamina Gas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur

Kementerian Agama memastikan bahwa tiket dan visa calon jamaah umrah yang gagal berangkat tidak akan hangus. Staf Khusus Menteri Agama Ubaidillah Amin mengungkapkan, telah dicapai kesepakatan dalam pertemuan pada Jumat (28/2) antara Kemenag, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU)/penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), serta maskapai penerbangan. ”Sudah sepakat. Jamaah yang tertunda keberangkatannya akan di-reschedule oleh maskapai masing-masing. Tanpa ada biaya tambahan lagi,” jelas Ubaid kepada Jawa Pos.
Dengan demikian, begitu pemerintah Saudi membuka kembali pintu perjalanan umrah, keberangkatan para calon jamaah bisa segera dijadwalkan.

Dalam poin-poin kesepakatan disebutkan, diserahkan pada PPIU/PIHK alias travel masing-masing untuk melakukan negosiasi ulang pada semua agen penyedia layanan pendukung di Arab Saudi seperti hotel, katering, transportasi darat, dan lain sebagainya. ”Travel juga wajib memberikan pengertian sejelas-jelasnya kepada jamaah tentang situasi dan kondisinya,” jelas Ubaid.

Untuk urusan visa, Ubaid mengatakan bahwa pemerintah masih berusaha melobi pihak Arab Saudi agar mau menerbitkan ulang visa jamaah yang telanjur terbit tapi tidak terpakai nanti setelah kebijakan penghentian umrah dicabut. ”Tentunya sekali lagi tanpa biaya tambahan,” kata Ubaid.

Dia menambahkan, untuk sementara waktu Kemenag mengarahkan pada semua travel untuk menghentikan sementara proses penjualan paket-paket perjalanan umrah dan fokus pada jamaah yang wajib diberangkatkan. Setidaknya sampai gerbang umrah dibuka kembali oleh pemerintah Saudi. ”Kalau nerima terus akan jadi kesulitan tersendiri bagi para penyelenggara travel,” katanya.

WHO Naikkan Status Kewaspadaan

Persebaran pesat virus korona memaksa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengambil langkah tegas. Mereka menaikkan status kewaspadaan ke tingkat maksimum. ”Secara global, kami telah meningkatkan asesmen risiko persebaran dan dampak Covid-19 ke level amat tinggi,” ungkap Chief WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (28/2).

Baca Juga...  Rumah Zakat dan Pertamina Gas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan tingginya angka kasus infeksi di luar Tiongkok, negeri asal virus tersebut. Korea Selatan menjadi negara dengan angka kejadian Covid-19 tertinggi kedua. Kemarin (29/2) saja tercatat ada 813 tambahan kasus baru. Jauh lebih tinggi daripada Tiongkok yang mendapati 427 kasus baru di hari yang sama.

Total 3.150 orang terinfeksi dengan korban meninggal dunia 16 orang. Kasus tertinggi tercatat di Daegu, kota terbesar keempat Korea Selatan. Negeri tetangga mereka, Korea Utara (Korut), langsung menutup seluruh area perbatasan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/mia/lyn/fam/tau/han/c19/c10/fal/ayi