Warga Semelit Keluhkan Sarana Jalan

Rombongan Bupati Aceh Tengah saat menuju Dusun Semelit dengan jarak tempuh hampir 3 jam dari Ibukota Kabupaten. Masyarakat mengeluhkan sarana jalan yang berlumpur dan berbatu dan menanti dengan harapan bisa "merdeka".JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Dusun Semelit, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, didatangi bupati setempat. Dengan jarak tempuk hampir tiga jam lamanya melalui hutan lebat serta beberapa anak sungai. Dusun berbatas dengan Kabupaten Pidie (Tangse-red) tersebut selama ini warganya mengeluhkan sarana transportasi.

“Kita akan berupaya untuk memperbaiki sarana transportasi di Dusun Semelit. Belakangan ada pembangunan cetak sawah baru dan irigasi sampai hari ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga,” kata Shabela.

Kondisi panen masyarakat sangat kesulitan untuk mengeluarkan hasil bumi. Jangankan untuk pulang harga tanam, terkadang modal juga “hanyut” karena transportasi.

“Harapan kami pemerintah bisa membuka akses jalan yang memadai untuk sarana jalan yang memadai. Selama ini masyarakat sering kali mengeluh akan akses jalan, apalagi bila hujan turun,” kata muda warga setempat.

Bupati Aceh Tengah, menyahuti warga mengatakan, akan berupaya memasukkan TMMD untuk sarana jalan. “Kalau terkait dengan hutan lindung, nanti lahan bisa kita pinjam pakai melalui pihak terkait di Jakarta, karena untuk kebutuhan masyarakat,” kata Shabela ditengah-tengah masyarakat Dusun Semelit.

Hadir dalam pertemuan itu politisi PKS, Susilawati anggota DPRK setempat. Susilawati juga berharap pemerintah memperhatikan serius pembangunan di Dusun Semelit. Dimana selama ini belum mendapatkan respon terkait dengan pembangunan.

“Kita bersama sangat merespon apa yang dihadapi masyarakat saat ini. sebelumnya ada dana hampir belasan miliar masuk ke Semelit namun bangunan belum bisa difungsikan, seperti cetak sawah baru serta irigasi,” kata Susilawati, Sabtu (7/3).

Dalam perjalanan menuju Dusun Semelit, tak jarang mobil yang ditumpanggi para SKPK dan bupati harus berjibaku dengan dalamnya lumpur dan mengharuskan penumpang untuk turun mendorong dan memasang “pasak” dibawah ban agar mobil bisa kembali berjalan normal diatas tanah kuning Dusun Semelit. (jur/bai)