Zikri, guru ngaji yang tinggal di gubuk menderita tumor mata dan sangat membutuhkan bantuan di Desa Kumbang Indah, Kecamatan Badar Aceh Tenggara.NAUVAL/RAKYAT ACEH

Donasi Baru Rp300 Ribu

KUTACANE (RA)- Rasa sakit di bagian mata kiri, terus membayangi Zikri, laki-laki tinggal di Desa Kumbang Indah, Kecamatan Badar Aceh Tenggara, Kamis (12/3).

Tinggal sebatang kara di gubuk 4×4, ditanah yang di pinjam pakai oleh Warga komplek. Keseharian warga miskin akrab disapa ustad Zikri tersebut, berprofesi sebagai guru ngaji Iqra maupun Alquraan dikomplek tersebut.

Dijumpai media, pria kelahiran Aceh Selatan 1982 silam ini, menuturkan Ihwal penyakit dideritanya. Berawal 2018 silam, dirinya sering mengalami gatal dibagian mata kirinya dan mengalami pembengkakan. Pengobatan medis dan tradisional pun dijalani saat itu.

Pun bengkak matanya sempat menyusut. Namun selang beberapa lama, mata ustad Zikri kembali bengkak dan dirinya pun sempat menjalin perawatan di RSU H Sahudin Kutacane, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saat itu pihak rumah sakit mengatakan kalau saya mengalami tumor mata, namun pihak rumah sakit disini belum mampun untuk melakukan tindakan medis terkait tumor,” katanya kepada Rakyat Aceh.

Setelah melakukan tindakan medis di rumah sakit itu, dirinyapun rencana akan dirujuk kerumah sakit lain yang bisa menangani penyakit dideritanya.

Namun keterbatasan biaya dan tidak adanya keluarga yang bisa menjaganya pasca perawatan membuat niat dirinya berobat seketika sirna dan hanya berobat seadanya baik secara media maupun tradisional.

Adapun Kepala BPJS Kesehatan Kutacane, Dewi Anggraini di konfirmasi media mengatakan, penanganan medis terkait penyakit tumor bisa ditangani dan ditanggung Badan Penyelenggara Kesehatan tersebut. Namun pasien harus dengan ketentuan prosedural tertentu.

“Ada prosedur tersendiri terkait penanganan melalui BPJS dan tentu pasien harus memiliki atau terdaftar di BPJS dulu,” kata Dewi Anggraini, seraya meminta pasien tersebut untuk mendatangi kantor BPJS setempat untuk dilakukan penangan medis.

Sementara terkait penyakit diderita guru ngaji ini, beberapa muridnya melakukan penggalanan dana donasi untuk kesembuhannya. Hal itu seperti dilakukan mahasiswa Siti Lelawati, namun hingga kini donasi terkumpul baru Rp300.

“Semoga ada dermawan yang sudi kiranya membantu perawatan median ustad kami,” katanya dihubungi melalui telpon. Bahkan lebih jelas pihaknya menyertakan no rekening donasi diselembaran beredar di pesan elektornik mereka buat. (val/bai)