Kunker Mendes PDTT Disambut Pakaian Adat

Plt Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani menyambut Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, Sabtu (14/3). FOTO AKHYAR RIZKY/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut kunjungan kerja Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dan isterinya, yang didampingi oleh anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu (14/3).

Mendes PDTT disambut langsung oleh Plt Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, bersama unsur Forkopimda, para Asisten, dan para Kepala SKPK Lingkup Kabupaten Bireuen. Penyambutan tersebut ditandai dengan pemakaian pakaian adat Aceh lengkap kopiah Meukutop kepada Mendes PDTT oleh Plt Bupati.

Kemudian dipeusijuek diatas pelaminan secara adat Aceh oleh Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa Tgk H Jamaluddin Idris. Usai dipeusijuek, Mendes PDTT dan para rombongannya melanjutkan perjalanan ke Aula Ampon Chiek, Matang glumpang dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, karena ada pertemuan dengan ribuan perangkat Desa, para Keuchiek, Ketua LKMD, Imum Mukim, Tokih Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pendamping Desa dalam lingkup Kabupaten Bireuen.

Dalam pertemuan tersebut, Mendes PDTT bersama istrinya menyampaikan kepada ribuan perangkat desa, mereka sangat terharu dipeusijuek secara adat Aceh, dan sangat berterima kasih telah dinobatkan sebagai warga Bireuen. Sementara itu, Plt Bupati DR H Muzakkar A Gani, SH, M Si dalam sambutannya menyampaikan, selamat datang kepada Mendes PDTT dan isterinya, serta selamat datang juga kepada anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud yang notabenya asli putera Bireuen yang pernah menjabat menjadi Bupati Bireuen periode 2012-2017. “Kehadiran bapak Menteri ke Bireuen merupakan suatu kehormatan tersendiri.

Kami yakin bapak menteri desa akan membawa segudang harapan untuk perubahan Kabupaten Bireuen,” ujar Muzakkar. Plt Bupati menyampaikan, Kabupaten Bireuen merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara 19 tahun yang lalu, dan Bireuen memiliki 17 kecamatan, 75 kemukiman dan 609 desa.

Baca Juga...  Persoalan Asmara, Asrawati Dibunuh

Dari 609 Desa, terdapat 5 desa maju, 105 desa berkembang, 434 desa tertinggal, dan 65 desa sangat tertinggal. “Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Bireuen cukup baik selama kurun waktu lima tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode pertama.

Pemerintah Kabupaten Bireuen dari tahun 2015-2019 telah memperoleh dana desa sebesar Rp 1,6 triliun yang telah disalurkan ke 609 desa di 17 kecamatan,” katanya.

Kabupaten Bireuen pernah mendapat apresiasi pada tahun 2016 saat dana desa dikucurkan pertama kali oleh Menteri Desa dan Transmifrasi Marwan Jafar, bahwa Kabupaten Bireuen termasuk tercepat penyaluran dana desa saat itu.

Segudang prestasi yang diperoleh Kabupaten Bireuen yaitu, juara 2 tingkat nasional lomba inovasi desa yang dimenangkan oleh Desa Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka dari Kemendes PDTT tahun 2019 Kemudian juara 1 dan 2 tingkat Provinsi Aceh, dalam perlombaan ketahanan keluarga Gampong Keude Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, dan Gampong Awe Geutah Paya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng tahun 2019. Selanjutnya, Juara 3 lomba unggulan teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Aceh Gampong Paya Rangkuluh, Kecamatan Kutablang tahun 2019, Juara 2 tingkat Provinsi Aceh Posyandu Integrasi Gampong Blang, Kecamatan Pandrah tahun 2017.

Juara 1 tingkat Provinsi Aceh lomba desa/Prodeskel Gampong Jangka Alue, Kecamatan Jangka dan finalis lomba desa/Prodeskel tingkat nasional tahun 2017.

Kemudian juara 1 penghargaan lomba Bunda PAUD tingkat provinsi dimenangkan oleh Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan dan mereka juga mendapatkat prestasi juara 1 tingkat nasional tahun 2017. Prestasi yang diraih tidak terlepas dari inovasi dan kreativitas para keuchik.

Penggunaan dana desa salah satunya digunakan untuk pemberdayaan bidang tersebut.

Dana desa juga berhasil mendongkrak perekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat yaitu Badan Usaha Milik Gampong, yang berjumlah 113 dengan berbagai jenis usaha yang meliputi pakan ikan kerapu, pakan ternak minimarket, toko kelontong, persewaan alat perkawinan, meeting room, usaha pengangkutan dan lain-lain. “Dari sejumlah BUMG masih banyak yang memerlukan upaya pendampingan dan penguatan agar dapat menjalankan rencana bisnisnya dengan baik,” sebut Plt Bupati Bireuen. (mag84/sm)

Baca Juga...  Persoalan Asmara, Asrawati Dibunuh