Mendes DPTT Bagikan 900 Sertifikat

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, didampingi oleh anggota DPR RI, Ruslan M Daud dan Bupati Bener Meriah menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada warga tranmigrasi di Gedung Gors Bener Meriah, Sabtu (14/3).MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar bersama anggota DPR RI, Ruslan M Daud membagikan sebanyak 900 porsil sertifikat tanah transmigrasi saat berkunjung ke Bener Meriah, Sabtu (15/3).

Kepada Rakyat Aceh Abdul Halim menyampaikan, tujuan utama berkenjung ke Bener Meriah dalam rangka melalukan pemantauan pemanfatan dana desa sebab, di awal tahun ini pihaknya sedang fokus untuk kecepatan pembangunan dan ketepatan pengunaan anggaran.

Sebutnya, anggaran desa untuk tahun 2020 ini tidak lagi masuk kerekening kabupaten, melainkan langsung di transper ke rekening kas desa (RKD) dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN).

Menurutnya, terkait keterlambatan tranper dana desa pihaknya disebabkan keterlambatan laporan APBDesnya. “Untuk itu kita menghimbau untuk seluruh kepala desa untuk segera menyelesaikan APBDesnya,” imbaunya.

Sebelumnya dihadapan ribuan masyarakat Bener Meriah dan para Reje Kampung, Abdul Halim Iskandar menyampaikan, Bener Meriah sangat luar biasa yang melimiki komonditi kopi, palawija dan alpukat. “Kopinya kualitas ekspor ditambah lagi dengan produk madu yang sudah mulai mengeliat,” katanya.

Untuk itu, ia mengaku yakin Bener Meriah dengan potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik dalam waktu lima tahun kedepan seluruh warga Bener Meriah dapat hidup sejahtera dan makmur.

“Saya yakin, seyakin-yakin nya karena apa? Allah memberikan sesuatu yang sudah sangat luar biasa dan permasalahannya bukan berapa sudah yang kita berikan, akan tetapi permasalahanya bagaimana kita mengelola apa yang sudah kita miliki hari ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Disebutkanya, masa depan Indonesia ada di Bener Meriah.”Kenapa saya yakin masa depan Indonesia ada disini? Sebab, dana desa yang bergulir di Bener Meriah untuk tahun 2019 total Rp180,97 milyar, di tahun 2020 naik yang akan dikucurkan sebanyak Rp.185,34 milyar,” sebutnya.

Baca Juga...  Oloan Tua Partampuan Resmi jadi Kuasa Hukum UGP

Ia juga mengaku melihat angka kemiskinan di Bener Meriah dari tahun 2015-2019 mengalami penurunan yang sangat signifikan dimana pada tahun 2015 di Bener Meriah berada pada posisi 21,55 persen dan di tahun 2019 berada pada 19,30 persen.

“Saya berharap dan saya yakini kalau kopi dikelola dengan baik, kemudian kepala desa berkomitmen dengan bagus, bumdes nya dihidupkan, komuditi ya bisa diekspor tanpa melalui banyak perantara Bener Meriah akan sangat maju,” ungkapnya.

Abdul Halim Iskandar menambahkan, ada 90 Bumdes di Kabupaten Bener Meriah, yang 15 diantaranya masih pemula dan 39 Bumdes berkembang, serta ada 36 Bumdes yang sudah sangat maju. “Makanya saya melihat masa depan Indonesia ada di Bener Meriah karena banyak faktor tadi,” terangnya.

Bupati Bener Meriah, Sarkawi mengucapkan selamat datang kepada Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi serta anggota DPR-RI, Ruslan M Daud beserta rombongan di Kabupaten Bener Meriah.

Bener Meriah merupakan negeri di atas awan yang menjadi penghasil kopi Arabika ekspor terbesar di Indonesia bahkan khusus untuk Bener Meriah mampu menghasilkan devisa untuk negara sekitar USD 120 juta pertahun.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Bener Meriah juga mengharapkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal untuk menyerahkan sebanyak 900 porsil sertifikat untuk warga tranmigrasi di Bener Meriah.

“Ada dua kawasan tranmigrasi di Bener Meriah yaitu kawasan tranmigrasi Teget, Kecamatan Pintu Rime Gayo dan kawasan trasnmigrasi Rusif Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama,” jelasnya. (uri/abi)