Pulang UmrahRSUD Isolasi Satu Warga Subulussalam Suspect Corona

Direktur RSUD Subulussalam dan Kadinkes sedang melakukan rapat yang dipimpin Asisten Setdako Subulussalam, Lidin Padang. KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Seorang warga Kota Subulussalam diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat lantaran suspeck virus corona atau Covid-19.

Warga berjenis kelamin perempuan umur 56 tahun itu diketahui pulang dari umrah tiga minggu yang lalu dan baru diketahui mengalami demam tinggi sejak tadi malam setelah datang berobat ke RSUD Subulussalam.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem, usai mengikuti rapat terbatas dengan sejumlah pejabat di sana yang dipimpin Asisten Setdako Subulussalam, Senin (16/3).

Meski saat ini sudah diisolasi, pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif terinfeksi virus corona. “Peralatan kita belum ada untuk memastikan apakah positif atau negatif. Namun, kita lihat gejala ada mirip virus corona,” kata Dewi, yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Munawaroh.

Untuk memastikan hal tersebut, pihak rumah sakit sudah menyarankan pasien tersebut untuk di rujuk ke RSUDZA Banda Aceh, namun pasien dan keluarga menolak. Bahkan tambah Dewi, keluarga pasien mengancam jika rumah sakit terus menyarankan untuk di rujuk mereka akan memilih pulang ke rumah.

“Jadi kami tidak tidak bisa memaksa, ada SOP nya. Sampai saat ini pasien masih kita isolasi di ruang khusus,” kata Dewi.

Dewi juga menambahkan, pihaknya saat ini telah menyiapkan enam ruangan isolasi jika seketika ada pasien suspeck virus corona. Namun, disisi lain, RSUD terbatas dengan peralatan seperti laboratorium untuk mencek kepastian virus corona tersebut ditambah alat pelindung diri juga kurang. “Alat pelindung diri ada, tapi kurang standar sehingga kita agar terbatas,” ujarnya.

Selain pasien, ada dua dokter yang pernah kontak dengan pasien memilih istirahat di rumah lantaran mengalami batuk dan filek. Kedua tenaga medis itu masuk orang dalam pemantauan. Sedangkan pasien status dalam pengawasan. “Dokter itu sendiri meminta agar dia istirahat di rumah,” tambahnya.

Baca Juga...  Oloan Tua Partampuan Resmi jadi Kuasa Hukum UGP

Selain dari pihak rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh dalam pertemuan itu juga menyampaikan pihaknya sejak beberapa minggu yang lalu telah melakukan sosialisasi ke Puskesmas terkait pencegahan virus yang kini menggegerkan seluruh dunia itu.

Munawaroh juga mengaku saat ini pihaknya belum memiliki thermal scanner untuk mencek suhu badan sebagai antisipasi virus corona menyebar ke orang lain.

Bahkan, pada saat pertemuan itu pihak Dinas Kesehatan baru mengusulkan pembelian thermal scanner dan alat pelindung kepada Walikota yang di wakili Asisten Setdako Subulussalam, Lidin Padang SH.

Jika thermal itu sudah ada, Munawaroh berencana akan membuka posko di perbatasan untuk dilakukan pengecekan suhu badan bagi setiap orang yang masuk ke Subulussalam. “Mengenai thermal scanner juga sudah kami sampaikan ke pak asisten supaya disediakan,” tambahnya.

Sementara, Asisten Setdako Subulussalam, Lidin Padang, yang mewakili Walikota pada rapat itu mengaku akan menyampaikan hasil pertemuan itu kepada Walikota sepulangnya dinas luar. Lidin juga menyampaikan pemerintah saat ini telah membentuk tim gerak cepat terkait pencegahan virus corona.

“Kebutuhan yang disampaikan direktur rumah sakit dan Kepala Dinas Kesehatan ini sangat mendesak dan perlu segera kita sediakan. Untuk itu, dalam tiga hari kedepan kami akan kembali menggelar rapat bersama pak Walikota,” ujar Lidin. (lim/bai)