Kendati Virus Corona MewabahRatusan Datok Tetap Bimtek ke Bandung

Rakyat Aceh

ACEH TAMIANG (RA) – Ratusan Datok Pengulu di Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rombongan kepala desa ini sudah berangkat, sejak Senin (16/3).

Sementara sebelumnya, untuk mencegah virus corona yang sudah mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Pemkab Aceh Tamiang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) mengeluarkan surat edaran untuk menunda penugasan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke luar daerah, meliburkan sekolah hingga dua pekan dan menunda kegiatan yang melibatkan ASN seperti seminar, pelatihan, Bimtek dan sejenisnya.

Terkait dengan keberangkatan para Datok Penghulu di tengah mewabahnya virus corona, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB), Aceh Tamiang, Mix Donal, ikut memberikan penjelasan bahwa Bimtek tersebut sudah lama direncanakan.

Sementara terkait adanya edaran Sekda tentang larangan pelaksanaan Bimtek itu baru keluar pada Senin (16/3/), saat para datok sudah berangkat.

“Jadi Bimtek tahap kedua ini, tidak mungkin dibatalkan lagi karena para Datok sudah memesan tiket pesawat dan kamar hotel melalui pihak pelaksana. Untuk Bimtek tahap ketiga yang dapat kita pending,” sambung Mix Donal.

Para Datok tersebut mengikuti Bimtek tentang Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), Keuangan dan Pariwisata. Mereka berasal dari Kecamatan Manyak Payed, Karang Baru, Sekerak, Tenggulun dan kecamatan Kota Kuala Simpang. Adapun rinciannya adalah Kecamatan Manyak Payed 75 orang, Kota Kulasimpang 12 orang, Karang Baru 63 orang, Tenggulun 11 orang dan kecamatan Sekerak sekitar 29 orang.

Sedangkan besarnya anggaran Bimtek itu karena setiap Datok Penghulu dikenakan biaya sebesar Rp10 Juta. Jika satu kampung, rata-rata membawa dua orang, maka biaya yang dikeluarkan untuk tahap kedua ini, mencapai Rp1,9 miliar. (urd/slm)

Baca Juga...  Persoalan Asmara, Asrawati Dibunuh