Mahasiswa Umuslim Diliburkan Dua Pekan

RAPAT : Ketua Yayasan, Wakil Rektor, Dekan dan Kabag dalam lingkup Universitas Almuslim mengikuti rapat dalam rangka menindaklanjuti merebaknya virus corona di seluruh penjuru dunia, di kampus Umuslim, Senin (16/3). AKHYAR RIZKY/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Untuk mengantisipasi menularnya virus corona, Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, meliburkan perkuliahan tatap muka mahasiswa selama dua minggu kedepan.

“Kami menerapkan sistem daring (online) selama 14 hari kedepan, baik secara e-learning maupun media lain, yang bisa dijadikan sebagai alat komunikasi antara dosen dan mahasiswa,” kata Plt Rektor Universitas Almuslim Dr. Hambali, SE, MPd, usai memimpin rapat dalam rangka menindaklanjuti merebaknya virus corona di seluruh penjuru dunia, di kampus Umuslim, Senin (16/3).

Rapat ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Wakil Rektor, Dekan dan Kabag dalam lingkup Universitas Almuslim.

Dr. Hambali didampingi Kabag Humas dan Kemahasiswaan, Zulkifli, M.Kom, mengatakan, perkuliahan tatap muka dalam ruangan diliburkan selama dua minggu. Sedangkan proses administrasi lain tetap dilayani, tetapi dengan waktu dan interaksi terbatas.

Menurutnya, bagi Umuslim sistem perkuliahan e-learning selama ini sudah diterapkan pada beberapa prodi, tetapi dengan adanya kondisi darurat seperti ini akan dimaksimalkan pelaksanaannya pada semua Fakultas.

“Mekanisme perkuliahannya secara daring, terkait metodenya akan dipersiapkan semaksimal mungkin oleh dosen dan timnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Kemahasiswaan Universitas Almuslim Zulkifli menambahkan, peraturan tersebut dituangkan dalam peraturan rektor, yang mengatur tentang libur perkuliahan dan sistem perkuliah daring (online) selama libur. Kebijakan ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi merebaknya virus yang sudah menghebohkan dunia saat ini.

“Bagi Universitas Almuslim sistem perkuliahan online yang diterapkannya tidak begitu jadi kendala, karena Umuslim merupakan salah satu universitas yang pernah memenangkan hibah kuliah sistem kredit transfer Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang diprogramkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti,” kata Zulkifli.

Menurutnya, Umuslim pernah mengikuti Program SPADA Indonesia. Program ini adalah program perkuliahan antar universitas di pulau Jawa dengan menerapkan sistem E-Learning.

Baca Juga...  Persoalan Asmara, Asrawati Dibunuh

Umuslim selama dua tahun ini sudah beberapa kali menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjalankan program pertukaran mahasiswa dengan kampus di pulau Jawa. “Jadi tidak ada kendala dalam penerapan sistem daring, cuma kami akan memaksimalkan pelaksanannya, baik untuk dosen maupun mahasiswa,” ujarnya. (mag84/slm)