Seorang petugas di Terminal Batoh memeriksa temperatur salah seorang anggota dewan yang melakukan pemantauan, Selasa (17/3). (amar/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid nyak Umar, menilai terminal tipe A, Batoh, Kota Banda Aceh belum maksimal mengatisipasi penyebaran virus Covid19.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan ke terminal Batoh, Selasa (17/3) dan melihat kurangnya alat scaning pengukur suhu tubuh dan terbatasnya hand sanitizer dan masker dimiliki petugas belum standar seperti masker N95.

“Kita hanya memiliki satu alat pengukur suhu tubuh. Kita melihat tadi dari hasil kunjungan DPRK, khusunya Komisi Tiga dan beberapa komisi di kota Banda Aceh, belum maksimalnya kesiapan kita mengantisipasi penyebaran virus covid 19.

Setiap malam itu ada 43 bus dari Terminal Batoh menuju ke Sumatera Utara begitu juga sebaliknya, ada puluhan bus datang dari Sumatera Utara ke Aceh,” jelas Farid
Menurut Farid, terminal batoh tipe A Banda Aceh juga menjadi tanggung jawabnya dinas perhubungan, artinya upaya mengantisipasi menyebarnya Covid-19 di kota Banda Aceh harus dilakukan bersama -sama.

“Kita minta pemko Banda Aceh mengantisipasi pintu masuk ke kota Banda Aceh, salah satunya melalui jalur darat. Bus datang dari Sumatera Utara transitnya di terminal batoh ini, maka harus segera diantisipasi, ” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut politisi PKS itu, ia meminta Pemko Banda Aceh, melaui dinas perhubungan kota untuk segera melakukan langkah kordinasi dengan pemerintah provinsi, nantinya diteruskan kepada Kementerian Perhubungan.

Bagaimana terminal tipe A ini, berdomisili di Banda Aceh benar benar siap dan setiap bus yang datang perlu disemprot desinfektan.

“Kita berharap Pemko Banda Aceh, melaui dinas perhubungan kota segera berkordinasi dengan pemerintah provinsi, terminal tipe A ini dan setiap bus yang datang disemprot desinfektan,” tuturnya.

Sementara itu, Kordinator Satuan Terminal Tipe A Kota Banda Aceh, herry mengungkapkan, sudah menyurati Dirjen Perhubungan, terkait kendala kekurangan alat pengukur suhu tubuh dalam mengantisipasi virus Covid19.

“Kita memang ada masalah kekurangan alat pemeriksaan suhu tubuh untuk mengantisipasi dan mensterilisasi penumpang. Kita terus berusaha dan mencari jalan keluar. untuk hand sanitizer wilayah apotik Banda Aceh sudah habis. makanya kami sudah pesan dari luar, ” jelasnya.

Selain itu, ia mengakui, terus menghubungi pusat meminta bantuan, disamping alat pengukur suhu tubuh juga sudah di pesan di Medan, agar dapat mengantisipasi virus Covid-19 dengan cepat. (Mag-82/min)