Pasien Corona Tak Ditanggung BPJS

Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tidak menanggung biaya pengobatan terhadap masyarakat yang harus dirawar akibat terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Lepas tangan BPJS dalam membiayai pengobatan pasien yang positif terjangkit corona itu dilandasi Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor : HK. 01.07/Menkes/104/2020.
Biaya untuk mengobati pasien postif virus corona menjadi beban Kementarian dan atau APBD masing-masing daerah.

Kepala BPJS Cabang Pidie Jaya, Irwansyah Putra, kepada media ini, Rabu (18/3) menjelaskan, infeksi Covid-19 sebagai penyakit menimbulkan wabah, upaya penanggulanganya telah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan.

Menurut dia, BPJS tidak menanggung biaya pengobatan masyarakat terjangkit Covid-19. ” Menyangkut kasus virus corona yang sekarang sedang mewabah, BPJS tidak dapat membiayainya. Semuanya menjadi beban Kementerian Kesehatan dan Pemda,” kata Irwansyah.

Dia menerangkan, dalam keputusan Kemenkes tersebut sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 poin 4, dijelaskan bahawa, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan kepada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah dan atau sumber dana lain yang sah.

Ini pun kata dia diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018, Tentang Jaminan Kesehatan. Di mana dalam Pasal 52 Pasal (1) diterangkan, Pelayan Kesehatan yang tidak dijamin BPJS. Salah satu adalah pelayanan kesehatan yang diakibatkan bencana atau masa tanggap darurat atau force majure.

“Nah, virus corona ini kategorinya adalah kejadian luar biasa atau wabah. Karena itu BPJS tidak berkewajiban mananggung biaya pasien positif corona,” pungkar Irwansyah. (san/min)

Baca Juga...  Pejabat Struktural dan Fungsional Presentasi Buku Kerja