Korban sambaran petir saat ditemukan dalam keadaan bernyawa di kebun jagung, Selasa (17/3). (for rakyat aceh)

SUBULUSSALAM (RA) – Seorang warga Desa Jabi-jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Saludin (40) temukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi di kebun jagung miliknya, Selasa (17/3).

Korban ditemukan dengan keadaan hangus dibagian tubuhnya yang diduga kuat tersambar petir lantaran sore harinya hujan deras dan angin kencang disertai petir melanda daerah Kota Subulussalam dan sekitarnya.

Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono, melalui Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Didik Surya kepada Rakyat Aceh, Rabu (18/3) membenarkan kejadian yang menimpa korban yang diketahui sebagai petani jagung itu.

Kapolsek Didik Surya menceritakan kronologis diketahuinya korban sudah meninggal saat ditemukan dikebun miliknya. Menurut Didik, siang hari Selasa korban berangkat dari rumah ke kebun yang jarak perjalanan mencapai 2,5 jam.

Sekitar pukul 21.30 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah sehingga istri korban khawatir terhadap suaminya. Lalu, istri korban meminta bantuan kepada tetangga untuk menyusul suaminya ke kebun.

Dua orang tetangga tersebut berangkat dan menemukan Saludin tergeletak di tengah kebun dengan keadaan hangus dan keadaan tidak bernyawa lagi. Mengingat medan jalan nya sangat jauh dan sulit harus menyeberangi sungai, kedua orang yang menemukan itu pulang untuk memberitahu kepada istri korban dan ke kepala desa.

Selanjutnya, kepala desa langsung memberitahukan kejadian itu kepada Polsek setempat. Empat personel Polsek dibantu tim dari Puskesmas Sultan Daulat langsung berangkat ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah.

Rombongan yang dipimpin langsung Kapolsek Didik Surya itu menempuh perjalanan lima jam pulang pergi karena harus berjalan kaki dan menggunakan perahu menyeberangi sungai dan melintasi hutan.

“Medan menuju kebun korban sangat jauh dan memakan waktu sekitar lima jam pulang pergi dengan cara ditandu melewati aliran sungai yang deras dan beberapa parit, juga menggunakan sampan untuk menyeberangkan korban, evakuasi dilakukan secara estafet melihat medan yang sangat berat dan dilakukan di malam hari.

Saat evakuasi kami hanya menggunakan senter sehingga sedikit terkendala dan harus pelan-pelan mengangkat jenazah korban,” kata Kapolsek Didik.

Menurut Kapolsek Didik, pihaknya berangkat dari Polsek menuju kebun korban sekitar pukul 00.30 WIB dini hari dan baru pulang ke rumah duka sekitar pukul 05.00 WIB pagi dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum.

Ditubuh korban, kata Didik memang ada keadaan hangus yang diduga kuat akibat disambar petir. Dikuatkan dengan hasil visum hampir sekujur tubuh korban dalam keadaan hangus.

“Capek kali pak ini baru pulang dari rumah duka untuk menyerahkan jenazah ke keluarga,” kata Kapolsek. (lim/bai)