Buku : Buku Politik Hukum Penataan Ruang Berbasis Kearifan Lokal Berkelanjutan yang ditulis oleh Dr T Nazaruddin, dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh. For Rakyat Aceh

LHOKSEUMAWE (RA) – Semakin bertambah karya yang dihasilkan oleh sivitas akademika Universitas Malikussaleh (Unimal).

Kali ini melalui sebuah buku yang ditulis oleh Dosen Fakultas Hukum Dr T Nazaruddin dengan judul Politik Hukum Penataan Ruang Berbasis Kearifan Lokal Berkelanjutan yang merupakan studi pada masyarakat Hukum Adat Mukim di Aceh.

Buku yang mengkaji tentang kearifan lokal dalam masyarakat Aceh berkaitan dengan adat ini seyogyanya akan diterbitkan pada tahun 2017 lalu. Namun dengan adanya berbagai revisi dan pembaharuan keilmuan maka baru bisa dituntaskan pada awal tahun 2020.

Dr T Nazaruddiin, Selasa (17/3) mengungkapkan bahwa buku ini menyajikan instrumen tentang hukum yang menjadi peluang strategis bagi Pemerintah Aceh untuk mewujudkan kewenangan dan wilayah tata kelola tata ruang Provinsi Aceh yang memiliki keistimewaan dan kekhususan.

Terutama dalam bidang penyelenggaraan kehidupan adat istiadat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta menetapkan berbagai kebijakan yang sejalan dengan penguatan tata ruang berbasis kearifan lokal masyarakat hukum adat Mukim di Provinsi Aceh.

Prof Dr I Nyoman Nurjaya yang merupakan Guru Besar di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dalam sambutannya dalam buku tersebut menyampaikan bahwa substansi dari buku yang ditulis oleh pria yang aktif menulis di berbagai jurnal ini adalah agar para pembaca selalu mengingat kekayaan sosial dan budaya (social and cultural capital) yang dimilki oleh bangsa Indonesia, khususnya dalam hubungan dengan pengaturan penataan ruang hidup dan pengelolaan sumber daya alam di daerah yang berorientasi pada kearifan lingkungan masyarakat hukum adat.

Dalam cara pandang masyarakat hukum adat (adat community perception) bahwa suatu ruang hidup dalam alam semesta tidak semata-mata mempunyai nilai ekonomi tetapi juga memiliki nilai sosial dan religius magis, jelas Prof Nyoman.

Semoga kehadiran buku ini bisa menambah wawasan masyarakat dan turut mencerdasakan anak bangsa. (rel/msi)