Puluhan WNA di Simeulue Dilarang Berkeliaran Dideadline Keluar 22 Maret

Petugas mengechek suhu badan turis asing di salah satu resort yang ada dalam wilayah Kabupaten Simeulue, Kamis (19/3). (ahmadi/rakyat aceh)

SIMEULUE (RA) – Mendadak tes suhu badan, kepada sekitar 23 orang Warga Negara Asing (WNA) yang berada dalam wilayah Kabupaten Simeulue, untuk antisipasi terjadinya penyebaran virus corona.

Tes suhu badan terhadap puluhan WNA berasal dari berbagai negara dan benua itu, digelar Pemerintah Kabupaten Simeulue, yang dipimpin langsung Bupati Erli Hasym dan Wabup Hj Afridawati disejumlah lokasi usaha resor usaha pariwisata, Kamis (19/3).

Kawasan yang disisir Pemerintah Kabupaten Simeulue meliputi lokasi-lokasi pusat konsentrasi keberadaan menginap dan melancong puluhan WNA, yakni Kecamatan Teupah Barat, Kecamatan Teupah Selatan dan kecamatan Teupah Tengah.

Dari hasil pengecekan dan penyisiran keberadaan puluhan WNA itu, belum ditemukan ada suhu panas badan pelancong diatas ?38 derajat celcius, hal itu dijelaskab Wabup Hj Afridawati, kepada Harian Rakyat Aceh.

“Tindak lanjut dari antisipasi virus corona di wilayah Kabupaten Simeulue, kita melakukan pengechekan keberadaan WNA dan Alhamdulillah dari hasil tes suhu badan mereka, tidak ada yang bersuhu panas badan diatas 38 derajat celcius, artinya mereka normal dan belum terindikasi yang mengarah virus corona”, katanya.

Masih menurut Wabup Hj Afridawati saat itu didampingi Abdul Karim, Kadis Pariwisata ?setempat meminta kepada para turis asing selama berada di pulau Simeulue, menghentikan kegiatannya dan tidak berkeliaran di luar resort, supaya menghindari timbulnya aksi dari warga.

Selain diminta tidak berkeliaran diluar area resort, juga diberitahukan batas waktu kepada puluhan pelancong asing, hingga pada tanggal 22 Maret 2020, untuk meninggalkan wilayah pulau Simeulue, dan setelah nantinya reda isu virus corona tersebut bisa kembali melancong ke wilayah itu.

“Kita juga memberitahukan batas waktu, hingga tanggal 22 Maret 2020 ini, supaya para WNA untun meninggalkan Simeulue, setelah tuntas isu virus corona ini, silakan kembali datang dan kita tidak melarangnya. ?Kebijakan ini untuk mengindari supaya masyarakat tidak bertindak terhadap turis juga dalam beberapa hari kedepan, kita akan lakukan pengechekan suhu panas tubuh pengelolah, pemilik dan petugas resor”, tegasnya.

Baca Juga...  Dukung Gerakan Zakat Indonesia, Menko Airlangga Terima Anugerah BAZNAS Award 2022

Pengecekan dan penyisiran itu digelar oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, dibagi dua tim, yakni tim Satu di pimpin Bupati Erli Hasym di Kecamatan Teupah Barat melintasi Kecamatan Simeulue Tengah, Simeulue Cut dan Salang. Sedangkan tim dua dipimpin Wabup Hj Afridawati di kawasan Kecamatan Teupah Tengah dan Teupah Selatan.

“Rata-rata suhu panas turis asing itu, 30-32 derajat celcius, serta kembali dihimbau para turis itu untuk tidak berkeliaran dikawasan publik, ini semata menghindari supaya tidak menimbulkan reaksi serius dari warga, yang saat ini sedang respek soal isu virus corona serta betul dalam waktu dekat ini juga akan dilakukan pengechekan suhu panas badan pemilik resor. (ahi/min).